Beritasumut.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara Abdullahsyah mengatakan sebenarnya umat Islam masih mencintai Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dukungan itu, tidak boleh disia-siakan, apalagi saat ini satu-satunya partai Islam hanya PPP.
Pandangan dan nasehat itu disampaikan Abdullahsyah, saat menerima kunjungan silaturahmi Panitia Muswil VII DPW PPP Sumut di Gedung MUI Sumut, Jalan Sutomo, Medan, Sabtu (18/4/2015).
Dalam rangka menyahuti dukungan dan rasa sayang dan cinta umat Islam tersebut, Abdullahsyah meminta pengurus PPP jangan hanya berkutat di wilayah perkotaan. Justru PPP harus turun ke desa-desa, karena memang disanalah lumbung kekuatan suara PPP.
Selain itu lanjut Abdullahsyah yang didampingi Sekretaris MUI Sumut Hasan Bakti Nasution dan Arso, menyebutkan saat ini umat Islam tidak begitu paham untuk membedakan mana partai Islam dan mana partai yang bukan Islam. Karena pemahaman yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat adalah seluruh partai itu sama saja.
"Berdasarkan kondisi itu, ke depan PPP harus bekerja keras dengan turun ke masyarakat dan menjelaskan perbedaan mendasar antara partai Islam. Saya ingatkan lagi, PPP jangan sekali-kali meninggalkan kantong-kantong Islam di desa-desa. Kalau bukan PPP, siapa lagi yang akan mengurus umat Islam ini," ucapnya.
Nasehat Abdullahsyah berikutnya adalah, bahwa seluruh pengurus dan kader PPP harus melaksanakan ajaran dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, umat akan semakin percaya, bahwa PPP benar-benar partai Islam yang harus didukung. Termasuk PPP dan seluruh fungsionarisnya jangan pernah jauh dari ulama dan para ustadz.
"Saat ini sangat sedikit pengurus PPP yang berlatar belakang ulama dan ustazd," sambung Sekretaris MUI Sumut Hasan Bakti Nasution.
Lebih lanjut Hasan Bakti Nasution menjelaskan, dari sisi dahwah Islamiyah, PPP harus memperbanyak dakwah bil hal (perbuatan), bukan perkataan. Dakwah bil hal apalagi yang menyentuh kepentingan umat Islam akan lebih signifikan dalam rangka meraih simpatik dan dukungan umat.
Di bagian lain, Arso, Husni AS menambahkan, dari sisi pembentukan perundang-undangan yang mengandung nilai dan ajaran Islam, PPP harus tampil menjadi garda terdepan. Termasuk harus lebih tangggap dan responsif dalam menyikapi probelamatika pembinaan umat Islam.
"Inilah beberapa masukan yang menurut kami ke depan harus lebih intensif dilaksanakan PPP,"ujar Arso.
Sebelumnya, Ketua Panitia Muswil VII DPW PPP Sumut sekaligus Sekretaris DPW PPP Sumut Yulizar P Lubis (Puli), menyampaikan kedatangan panitia bersilaturahmi ke MUI Sumut dalam rangka meminta nasehat dan masukan, yang nantinya akan menjadi bahan dalam menyusus program kerja.
"Kami sadar, PPP tidak boleh melupakan para ulama, karena memang PPP dilahirkan para ulama," jelasnya.
Menyikapi nasehat, masuk dan kritikan yang telah disampaikan Ketua dan Pengurus MUI Sumut, bagi Panitia Muswil VII dan seluruh fungsionaris PPP, itu merupakan catatan penting. Termasuk dalam melakukan dakwah bil hal, serta peran dalam memperjuangkan peraturan perundang-undangan yang bernuansa nilai dan ajaran Islam.
"Dan untuk itu kami sangat terima kasih dan mudah-mudahan kedepan silaturahmi PPP dengan para ulama akan dilakukan secara terjadwal," jelasnya.
Andi Jaya Matondang menambahkan, probelama yang dialami PPP saat ini adalah terjadinya pergeseran sikap masyarakat dalam memberikan dukungan kepada partai politik. Saat ini, tidak bisa kita pungkiri adalah dalam menentukan pilihan sangat tergantung dengan uang. Alhasil, saat pemilihan legislatif, calon-calon PPP yang benar-benar berjuang demi masyarakat, terkalahkan dengan calon yang menggunakan kekuatan materi untuk meraup suara.
Pada kesempatan itu, Puli didampingi panitia Muswil VII di antaranya Ahmada Harahap (Anggota DPRD Sumut), Andi Jaya Matondang, M Darianto, Darwin Marpaung, M Soleh Tanjung, Budi Nasution, Mursal Harahap (Humas Muswil VII). (BS-001)