Beritasumut.com - Sebanyak 4.200 personel aparat negara diterjunkan untuk mengamankan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (18/4/2015).
Jokowi dijadwalkan membagikan Kartu Indonesia Sehat di Deli Serdang dan menghadiri Kongres PKPI di Medan.
"Pengamanan sudah sangat siap. Sudah gladi kotor. Hari ini setelah salat Jumat akan dilaksanakan gladi bersih dari mulai kegiatan awal dari mulai turun pesawat sampai kompleks-kompleks nanti," ujar Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Edy Rahmayadi seusai apel gelar pasukan pengamanan kunjungan presiden di Lapangan Merdeka, Medan, Jumat (17/4/2015).
Dia memaparkan, sebanyak 4.200 personel yang terlibat dalam pengamanan kunjungan Presiden Jokowi ke Sumut terdiri atas prajurit TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, didukung aparat Polri. Pasukan ini akan mengamankan kunjungan Presiden Jokowi ke lapangan PTPN III di Sei Karang, Deli Serdang, mulai dari Lanud Soewondo, Polonia, seluruh rute perjalanan, sampai ke depan Lapangan Benteng, Medan.
"Pada pukul 09.30 akan kembali juga sudah dicek sampai take off pesawat dari Pangkalan Udara Soewondo," sebut Edy.
Sniper atau penembak jitu juga disiagakan di sejumlah titik yang dinilai rawan. "Ada 6 (sniper) yang disiapkan untuk menghadapi trouble di situ, sehingga semua bisa diantisipasi," jelas Edy.
Ditanya mengenai kemungkinan adanya aksi unjuk rasa, Edy yakin hal itu tidak terjadi. Menurutnya, tidak ada masalah yang bisa memicu demonstrasi di Sumut. Dia mengimbau masyarakat Sumatera Utara yang ramah menyambut Presiden Jokowi dengan rasa kekerabatan.
Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo menyatakan pihaknya tetap mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa.
"Kita antisipasi. Kalau mereka melakukan unjuk rasa anarki, akan kita tindak tegas. karena ini presiden, akan kita amankan nomor satu," ucapnya.
Dalam kunjungan presiden, akan ada rekayasa lalu lintas. "Seperti kata Pangdam, masyarakat akan turun ke jalan menyambut presiden, pasti kita amankan," pungkas Hadi. (BS-001)