Pansus LKPj Walikota Medan Pertanyakan Perawatan LPJU

Redaksi - Minggu, 12 April 2015 18:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042015/beritasumut_Pansus-LKPj-Walikota-Medan-Pertanyakan-Perawatan-LJPU.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)

Beritasumut.com - DPRD Kota Medan melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Medan Akhir Tahun Anggaran 2014 mempertanyakan perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang ilakukan Dinas Pertamanan. Pasalnya, LPJU hampir di seluruh wilayah Kota Medan mati dan rusak.

Pertanyaan itu disampaikan Anggota Pansus LKPj H Waginto dan Andi Lumban Gaol, pada rapat lanjutan pembahasan LKPj Walikota Medan Akhir Tahun Anggaran 2014 bersama Dinas Pertamanan Kota Medan dipimpin Ketua Pansus Bahrumsyah di Gedung DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Jumat (10/4/2015).

 

Waginto menyebutkan, out put dari kinerja yang telah dilakukan Dinas Pertamanan adalah kualitas. Namun, kondisi yang terjadi di lapangan banyak LPJU tersebut dalam kondisi tidak terawat. 

"Kenapa bisa mati dan rusak, padahal anggaran untuk itu ada," tanya Waginto.

 

Pertanyaan yang sama dilontarkan Andi Lumban Gaol, sebab anggaran perawatan LPJU pada Tahun 2014 dianggarkan sekitar Rp200 juta. 

"Apakah dana perawatan itu untuk semua LPJU yang ada di Kota Medan," tanya Andi.

 

Anggota Pansus lainnya, Hamidah, mempertanyakan perawatan taman yang dilakukan Dinas Pertamanan. Sebab, katanya, banyak taman dalam kondisi kering tanpa perawatan. 

"Surabaya itu dulu gersang, tapi sekarang kondisinya sejuk dan rindang karena banyak taman dan terawat dengan baik. Jadi, program Medan Berhias itu yang mana, karena bunga di taman itu-itu saja dan kering," tanya Hamidah.

 

Atas berbagai pertanyaan itu, Kadis Pertamanan Zulkifli Sitepu mengatakan pihaknya mengalami berbagai kendala dalam melakukan perawatan LPJU di Tahun 2014, seperti kendala pasokan energi listrik dari PLN ke LPJU serta pencurian material. 

"Pihak PLN mematikan kontrol panel, sehingga pasokan energi listrik ke LPJU menjadi tidak ada. Bahkan pada Tahun 2014, PLN pernah memberikan surat kepada kita untuk menghemat listrik agar pemadaman bergilir yang dilakukan ketika itu tidak meluas. Imbasnya, penerangan di makam, taman dan jalan menjadi tidak hidup. Sedangkan biaya perawatan sebesar Rp200 juta itu hanya untuk 16 kecamatan," terang Zulkifli.

Namun demikian, kata Zulkifli, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar wilayah Kota Medan tetap terang benderang, seperti dengan menyerahkan nama-nama para mandor ke kecamatan-kecamatan serta membuat call center. 

"Jadi, kalau ada kendala dengan LPJU, masyarakat bisa melaporkannya ke mandor di wilayah itu atau langsung melalui call center. Bayangkan, LPJU di Kota Medan ditambah dengan lampu penerangan swadaya masyarakat di lingkungan itu mencapai 80 ribu titik lampu," ungkapnya.

 

Sedangkan terkait perawatan taman, sebut Zulkifli, tergantung pihak yang menanamnya, sementara Dinas Pertamanan hanya bertanggungjawab membenahi dan merawat taman yang berada di median jalan, pinggir jalan, taman kantor serta taman-taman kota. 

"Jadi, kalau tanaman itu ditanam oleh pihak kecamatan, maka pihak kecamatanlah yang merawatnya," ujarnya.

 

Zulkfili juga menerangkan pada TA 2014 belanja langsung Dinas Pertamanan mencapai Rp108 miliar lebih dan terealisasi Rp98 miliar lebih atau 90,52% serta belanja tidak langsung mencapai Rp33 miliar lebih dan terealisasi sekitar Rp27 miliar lebih.

 

"Dari Rp98 miliar lebih alokasi belanja langsung yang terserap itu, sekitar Rp17 miliar membayar utang Tahun 2013, belanja barang dan jasa Rp35 miliar serta belanja modal Rp50 miliar. Kalau untuk pendapatan, dari target Rp5 miliar lebih, terealisasi sekitar Rp3 miliar lebih," paparnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait