Beritasumut.com - Karena terus merugi, Rumah Sakit Umum (RSU) Methodist Susanna Wesley yang berdiri sejak 3 Desember 2003, diminta untuk melakukan evaluasi mendalam yakni peningkatan pelayanan khususnya kepada warga miskin.Hal tersebut terungkap dari hasil kunjungan kerja (Kunker) Komisi B DPRD Medan ke RSU Methodist Susanna Wesley, Jalan Harmonika, Medan, Kamis (19/3/2015) dipimpin Ketua Komisi B DPRD Medan Irsal Fikri.Seperti ditekankan salah seorang Anggota Komisi B HM Yusuf, dengan tata lingkungan dan gedung yang cukup mendukung termasuk ketersediaan ruang kelas tiga yang refresentatif, sangat memprihatinkan bila melihat jumlah pasien yang minim."Kita berharap RSU Methodist, perlu pengkajian, apa faktornya, kita sedih RSU seperti ini pasien minim. Padahal ada subsidi dari yayasan juga, jadi jangan sampai rumah sakit ini tutup," ungkap Yusuf.Demikian juga disampaikan Wong Chun Sen, mempertanyakan upaya yang telah diperbuat manajemen RSU Methodist, dengan usianya yang mulai matang, dinilai sudah harus dapat menata permasalahan."Heran juga, dikatakan merugi, apa ini berkaitan dengan pelayanan atau apa? Tapi kenapa masih bisa bertahan," tambahnya dihadapan manajemen dan anggota komisi yang juga turut hadir seperti Modesta Marpaung, Anton Panggabean, Mulia Asri Rambe dan Bahrumsyah.Sementara, Bahrumsyah dalam kesempatan itu menjelaskan, keberadaan BPJS yang masuk di RSU Methodist, harusnya bisa memperkuat manajemen terutama pada marketing. Namun tidak mengenyampingkan terbangunnya komunikasi, baik dengan bidan dan puskesmas."Disinikan ada tenaga andal, jadi tak ada alasan terus merugi," tambahnya.Bahrum juga mengingatkan tentang pengelolaan IPAL yang menurutnya tidak perlu adanya perubahan. Karena memang tidak ada istilah IPAL sementara.Terhadap ketenagakerjaan, menurutnya, perlu mendapat perhatian, karena masih ada 70 orang yang masuk kategori kontrak."Saya tegaskan, yang boleh tenaga kerja kontrak itu sekuriti, cleaning service, katering dan sopir," tegasnya.Menjawab permasalahan itu, Direktur RSU Methodist Susanna Wesley Endrianto mengatakan rumah sakit tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia, berdiri sejak 3 Desember 2003.RSU Methodist bertekad untuk mengambil bagian dalam menyiapkan sarana kesehatan yang mampu bersaing di tengah-tengah perkembangan pelayanan kesehatan di Kota Medan."Untuk itu kami ingin mewujudkan visi dan misi kami yaitu menjadi rumah sakit pilihan masyarakat dan melayani dengan sepenuh hati," tegasnya. (BS-001)