DPRD Medan Minta Pelayanan RSU Methodist SW Ditingkatkan

Redaksi - Rabu, 25 Maret 2015 09:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032015/beritasumut_DPRD-Medan-Minta-Pelayanan-RSU-Methodist-SW-Ditingkatkan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Beritasumut.com - Karena terus merugi, Rumah Sakit Umum (RSU) Methodist Susanna Wesley yang berdiri sejak 3 Desember 2003, diminta untuk melakukan evaluasi mendalam yakni peningkatan pelayanan khususnya kepada warga miskin.Hal tersebut terungkap dari hasil kunjungan kerja (Kunker) Komisi B DPRD Medan ke RSU Methodist Susanna Wesley, Jalan Harmonika, Medan, Kamis (19/3/2015) dipimpin Ketua Komisi B DPRD Medan Irsal Fikri.Seperti ditekankan salah seorang Anggota Komisi B HM Yusuf, dengan tata lingkungan dan gedung yang cukup mendukung termasuk ketersediaan ruang kelas tiga yang refresentatif, sangat memprihatinkan bila melihat jumlah pasien yang minim."Kita berharap RSU Methodist, perlu pengkajian, apa faktornya, kita sedih RSU seperti ini pasien minim. Padahal ada subsidi dari yayasan juga, jadi jangan sampai rumah sakit ini tutup," ungkap Yusuf.Demikian juga disampaikan Wong Chun Sen, mempertanyakan upaya yang telah diperbuat manajemen RSU Methodist, dengan usianya yang mulai matang, dinilai sudah harus dapat menata permasalahan."Heran juga, dikatakan merugi, apa ini berkaitan dengan pelayanan atau apa? Tapi kenapa masih bisa bertahan," tambahnya dihadapan manajemen dan anggota komisi yang juga turut hadir seperti Modesta Marpaung, Anton Panggabean, Mulia Asri Rambe dan Bahrumsyah.Sementara, Bahrumsyah dalam kesempatan itu menjelaskan, keberadaan BPJS yang masuk di RSU Methodist, harusnya bisa memperkuat manajemen terutama pada marketing. Namun tidak mengenyampingkan terbangunnya komunikasi, baik dengan bidan dan puskesmas."Disinikan ada tenaga andal, jadi tak ada alasan terus merugi," tambahnya.Bahrum juga mengingatkan tentang pengelolaan IPAL yang menurutnya tidak perlu adanya perubahan. Karena memang tidak ada istilah IPAL sementara.Terhadap ketenagakerjaan, menurutnya, perlu mendapat perhatian, karena masih ada 70 orang yang masuk kategori kontrak."Saya tegaskan, yang boleh tenaga kerja kontrak itu sekuriti, cleaning service, katering dan sopir," tegasnya.Menjawab permasalahan itu, Direktur RSU Methodist Susanna Wesley Endrianto mengatakan rumah sakit tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Gereja Methodist Indonesia, berdiri sejak 3 Desember 2003.RSU Methodist bertekad untuk mengambil bagian dalam menyiapkan sarana kesehatan yang mampu bersaing di tengah-tengah perkembangan pelayanan kesehatan di Kota Medan."Untuk itu kami ingin mewujudkan visi dan misi kami yaitu menjadi rumah sakit pilihan masyarakat dan melayani dengan sepenuh hati," tegasnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Berita

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Berita

Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara

Berita

Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan

Berita

Tiga Instansi Pemko Tak Hadir, Rapat Pansus Kepling Dibatalkan

Berita

Anggota Komisi C DPRD Medan Setuju Pembentukan Pansus Aksara