Beritasumut.com - Korupsi merupakan perbuatan yang sangat merugikan orang banyak. Bahkan korupsi dinilai lebih bahaya dibandingkan dengan ancaman narkoba. Oleh karenanya semangat antikorupsi harus terus digaungkan oleh setiap masyarakat baik itu secara pribadi maupun secara kelembagaan.Hal tersebut yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga saat menerima audiensi Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 di ruang kerjanya di Gedung DPRD Medan, Selasa (24/3/2015). Politisi Partai Gerindra ini juga berpesan agar Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk melawan korupsi di negeri ini."Kita menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari Laskar Anti Korupsi Pejuang 45. Kita berharap perjuangan kita melawan korupsi tidak hanya slogan semata tapi merupakan tanggungjawab yang terealiasi dilapangan," ujar Ihwan didampingi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan Surianto.Hadir dalam audiensi, Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Laskar Anti Korupsi Pusat Hasbi Ibrohim, Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Kota Medan Syaharudin, Sekretaris Sugandi Siagian dan sejumlah pengurus lainnya seperti Anwar Sadat, Ali Idrus, Khairul dan Muktar.Dalam kesempatan itu Hasbi Ibrohim menyampaikan visi dan misi Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 adalah menyuarakan gerakan anti korupsi di negri ini. Menurutnya ada beberapa hal yang harus dibenahi di negeri ini agar korupsi tidak menjadi budaya salah satunya dengan memperkuat dan membersihkan oknum penegak hukum. Pasalnya menurut Hasbi saat ini masih banyak ditemui adanya oknum penegak hukum yang ikut terlibat dan melindungi para koruptor. Ditambahkannya, Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 juga memperjuangkan agar sistem presidensil benar-benar diterapkan."Sistem politik juga harus dibenahi. Karena kita tau banyak SDM yang memiliki kualitas tidak terakomodir karena minim keuangan. Kita juga menolak sistem neo liberal. Masyarakat kita dan negeri ini tidak akan pernah maju jika tangan-tangan asing masinh menguasai perekonomian kita," katanya.Di akhir pembicaraan Hasbi juga mendukung sepenuhnya hukuman seberat-beratnya kepada koruptor termasuk juga dengan pemberian hukuman mati."Koruptor itu harus dimiskinkan. Selain itu agar korupsi bisa terbendung harus ada pembatasan transaksi tunai dan juga pemberlakukan pembuktian terbalik," pungkasnya.Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra Surianto berpesan agar Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 tidak hanya meriah saat pelantikan saja namun tetap eksis dan berkembang meneriakan anti korupsi."Kita tidak ingin sama seperti organiasi atau LSM lainnya yang hanya meriah saat pelantikan saja. Semangat ini harus terus dijaga dan dibina," harapnya. (BS-001)