Beritasumut.com – Pegawai Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tapanuli Selatan tampaknya mengalami krisis disiplin pasca perpindahan kantor dari Padangsidimpuan ke pusat perkantoran Pemkab Tapsel, Desa Kilang Papan, Kecamatan Sipirok sejak beberapa bulan lalu. Setelah pantauan wartawan, Selasa (24/2/2015) lalu hanya menemukan beberapa pegawai yang masuk kerja. Kondisi pada Senin (2/3/2015) terpantau wartawan malah semakin parah. Sekitar pukul 10:25 WIB kantor megah yang dibangun sejak Tahun 2012 hingga 2013 dengan anggaran mencapai Rp8.059.024.000 itu belum berpenghuni. Tidak seorangpun pegawai yang terlihat dari sekeliling jendela kaca ruang kantor dan pintu masuk masih tertutup serta terkunci rapat. "Bolos massalnya" pegawai Bappeda pada hari pertama kerja di bulan Maret itu bertahan hingga pukul yang terpantau dan terekam wartawan tidak satu pun pegawai berada di ruang kerja dan pintu masuk masih tetap tertutup rapat, halaman kantor yang rapat dengan Kantor Bupati Tapanuli Selatan itu juga terlihat kosong melompong. Tidak satupun kendaraan dinas maupun pegawai yang terparkir. Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu ketika akan dikonfirmasi perihal tersebut tidak berada di pusat perkantoran Desa Kilang Papan, Sipirok. Demikian halnya Sekretaris Daerah Aswin Siregar MM yang sudah meninggalkan kantor sekitar pukul 15.18 WIB. "Baru saja pulang," ujar salah seorang staf Setdakab. Upaya konfirmasi via handphone juga tidak berhasil, SMS dengan berita terkirim yang disampaikan wartawan kepada kedua pejabat Tapsel itu tidak memperoleh jawaban hingga berita ini dikirimkan. (BS-029)