Tak Hanya Suksesi, Kongres PAN Harus Komit Selamatkan Indonesia

Redaksi - Jumat, 27 Februari 2015 22:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022015/beritasumut_Tak-Hanya-Suksesi--Muhammadiyah-Harapkan-Kongres-PAN-Komit-Selamatkan-Indonesia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Beritasumut.com – Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) 2015 yang digelar di Bali pada Sabtu (28/2/2015) hingga Senin (2/3/2015), diharapkan tidak hanya terjebak menghasilkan regenerasi kepemimpinan partai semata.Harapan itu disampaikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (PW MSU) Shohibul Anshor Siregar di Medan, Jumat (27/2/2015), saat diminta tanggapan soal Kongres PAN di Bali."Sebuah kongres partai politik diharapkan menghasilkan keputusan yang komit untuk menyelamatkan Indonesia yang saat ini sedang dililit persoalan krusial. PAN yang lahir dari rahim Muhammadiyah, harus menjalankan fungsi reformasi bangsa seperti niat awal pendiriannya dulu," kata Shohibul Anshor Siregar.Kata pengamat politik ini, lilitan persoalan itu seperti kemandirian bangsa, pengelolaan sumber daya alam, penegakan hukum, korupsi, narkoba, dan lain-lain, sudah semakin mengkhawatirkan. "Kita sebenarnya berharap sewaktu suksesi pemerintahan kemarin, kita sudah bekerja untuk memperbaiki dan menyelamatkan bangsa. Tetapi, situasi sekarang tampaknya membuat kita harus kembali dan terus bekerja keras untuk mereformasi bangsa secara keseluruhan," tegas Shohibul.Karena itu, menurut Koordinator Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik, Pemberdayaan Masyarakat dan Litbang ini, PAN harusnya tidak hanya terjebak dalam soal alih kepemimpinan saja. "Sebelum berbicara kepada yang lain, kita harus terlebih dahulu mendengar secara seksama pandangan HM Amien Rais, sebagai pendiri partai ini, ke depan. Ingat, walau banyak yang ingin mendegradasi peran dia di masa reformasi, tapi negara ini mempunyai utang terlampau banyak kepada beliau," ujarnya.Hingga kini, kata Shohibul Anshor, Amien Rais masih terus konsisten menyuarakan untuk menyelamatkan Indonesia. Menurut dia, bangsa Indonesia telah berduka karena negara berubah menjadi greedy state atau negara serakah. "Kita sempoyongan karena negara sudah berubah menjadi mata dagangan tanpa menyisakan space dan akses untuk rakyat," tutur dia.Sementara soal partai itu sendiri, ditambahkan Shohibul, adalah hal yang naif dan sangat tidak menguntungkan bagi PAN kalau sampai melupakan Muhammadiyah. "Muhammadiyah ibu kandung PAN, karena itu akan sangat-sangat merugikan bagi PAN, jika partai ini tidak memperkuat hubungan dengan ibunya. Bisa jadi Malin Kundang," ungkap Shohibul."Tentang Muhammadiyah lebih besar dari PAN, itu sudah tidak perlu didebatkan lagi. Namun adalah penting bagi Muhammadiyah untuk menyebar dan memperkuat jaringan kader-kadernya di partai politik untuk mengagregasi kepentingan politik umat Islam secara keseluruhan. Jadi, Muhammadiyah memang tidak berpolitik praktis, tapi tidak alpa, buta apalagi hanya memandang politik dari kacamata yang sangat sempit," kata Shohibul. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Berkah Ramadan, SMP Muhammadiyah 05 Medan Berbagi Sembako dan Takjil ke Warga Sekitar

Berita

SMP Muhammadiyah 05 Medan Gelar Ramadan Ceria Penuh Berkah

Berita

Pelantikan Pengurus PD Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, Walikota Harap Bersinergi untuk Kemajuan Kota Binjai

Berita

Pasca Pilkada, Walikota Medan Ajak Masyarakat Bersatu untuk Bersama-sama Dukung Pembangunan Daerah

Berita

Pj Gubenur Ajak Pemuda Muhammadiyah Sumut jadi Entrepreneur

Berita

Pj Gubernur Sambut Baik Rencana UMSU Jadi Tuan Rumah Muktamar Muhammadiyah 2027