Kutuk Penindasan Muslim Uighur, Konjen Tiongkok di Medan Didemo

Redaksi - Jumat, 06 Februari 2015 16:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/fotonews/dir022015/beritasumut_Kutuk-Penindasan-Muslim-Uighur--Konjen-Tiongkok-di-Medan-Didemo.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Beritasumut.com – Puluhan orang berunjuk rasa di Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Jalan Walikota, Medan, Jumat (6/2/2015). Pendemo menentang tindakan Pemerintah Tiongkok yang terus menindas Muslim Uighur.Unjuk rasa dilakukan kelompok yang menamakan diri Gerakan Jihad Pembela Muslim Tertindas. Mereka mengklaim sebagai gabungan dari sejumlah ormas Islam dan mahasiswa.Pendemo mengutuk sikap dan tindakan Pemerintah Tiongkok yang melakukan pelanggaran HAM dan penzaliman luar biasa terhadap Muslim Uighur. "Azan dilarang, jilbab dilarang, jenggot dilarang, ibadah dilarang. Pelanggaran atas larangan itu akan berakibat pada penangkapan dan penyiksaan," ujar Rafdinal, salah seorang pendemo.Pemerintah Tiongkok juga dinilai telah menganeksasi wilayah Muslim Uighur dan berupaya menghapus identitas budaya dan agama Islam di sana. Mereka banyak memindahkan warga nonmuslim ke sana. "Pemerintah Tiongkok sama dengan Israel. Tindakan Pemerintah Tiongkok membantai Muslim Uighur dan melarang ibadah agama Islam merupakan tindakan kejam," sambung Rafdinal.Selain membawa spanduk, massa aksi juga membawa poster yang mengecam penindasan terhadap warga Muslim Uighur. Aksi yang dikawal puluhan anggota kepolisian  itu juga diwarnai dengan pembakaran replika bendera Tiongkok sebagai lambang protes.Para pengunjuk rasa  mendesak Pemerintah Tiongkok untuk menghentikan pembantaian dan pelarangan menjalankan ibadah agama Islam.Bahkan, pendemo juga mendesak Pemerintahan Jokowi-JK untuk memutus hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan membatasi kegiatan perusahaan dari negara itu di Indonesia. Mereka juga meminta pemerintah membatasi masuknya produk-produk Tiongkok. "Sampai Pemerintah Tiongkok menghentikan pembantian dan penzaliman terhadap Muslim Uighur," kata Nursarianto, pimpinan aksi.Pendemo sempat menyatakan ingin bertemu perwakilan dari Konjen Tiongkok. Namun, niat mereka tidak kesampaian. Petugas keamanan menyatakan semua staf di kantor itu sedang tidak ada di tempat. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Berita

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Berita

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Berita

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Berita

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Berita

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern