Beritasumut.com – Ternyata jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota Medan lebih banyak kaum hawa dibanding pria. Dari 18.505 orang PNS Pemkot Medan, sebanyak 12.059 orang adalah perempuan, 6.444 orang laki-laki. Jumlah perempuan yang melebihi setengah dari kaum pria ini dinilai sangat fantastis dan mengundang pertanyaan sejumlah Anggota DPRD Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.Hal ini dipertanyakan saat sejumlah Anggota DPRD Balikpapan diterima Asisten Administrasi Umum Pemkot Medan Ikhwan Habibi Daulay didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan Lahum Lubis di Balai Kota Medan, Rabu (28/1/2015).Pimpinan rombongan DPRD Balikpapan Syukri Wahid mempertanyakan, dengan begitu banyak jumlah PNS perempuan, berapa banyak gugatan perceraian pegawai yang masuk ke pengadilan agama, dan berapa banyak konflik rumah tangga pegawai.Sebab menurutnya, di Pemkot Balikpapan, jumlah PNS perempuannya lebih sedikit. Meski demikian masih sering terjadi konflik rumah tangga. Banyak faktor pemicu terjadinya konflik rumah tangga seperti cemburu, rumah tangga tak terurus dan lainnya. Sebab perempuan adalah seorang ibu rumah tangga yang tugasnya adalah mengurus rumah, mengasuh anak-anak dan lainnya."Di Pemkot Balikpapan PNS perempuan sering mengalami konflik rumah tangga bahkan sampai terjadi perceraian. Hal itu mungkin karena tingkat kecemburuan kaum pria Balikpapan terhadap istrinya yang bekerja masih tinggi. Selain itu di Balikpapan jumlah pria lebih banyak dari perempuan," ujar Syukri.Syukri menambahkan, kunjungan ini dalam rangka pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Bagian Aset. Hal itu untuk menyikapi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 akibat minimnya struktur organisasi di Pemkot Balikpapan. Saat ini masih ada sejumlah dinas gabung menjadi satu dinas. Pengembangan struktur organisasi ini dalam rangka mempersiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN)."Kami ingin belajar dari Pemkot Medan tentang struktur organisasi yang sudah lengkap, karena kami sudah menyusun drafnya dan akan dibahas tetapi sebelum pembahasan kami belajar dulu," ujarnya.Wali Kota Medan diwakili Asisten Administrasi Umum Ikhwan Habibi Daulay mengatakan, PNS Pemkot Medan perempuan bertugas sebagai guru, perawat rumah sakit dan puskesmas. Walaupun ada perceraian satu-satu dikarenakan faktor lain. Sampai saat ini belum ada konflik rumah tangga dikerenakan istrinya pegawai."Pemkot Medan sama dengan Pemkot Balikpapan tentang masalah UPL. Saat ini UPL masih berada di Bagian Aset dan di bawah UPL ada beberapa pokja," ujar Ikhwan. (BS-001)