Beritasumut.com – Pemkot Medan diminta mengambil alih pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara (Sumut).Sebab selama dikelola Pemprov Sumut, PDAM Tirtanadi dinilai gagal menyediakan air bersih yang sesuai standard kebersihannya dan memenuhi kebutuhan seluruh warga Medan.Demikian dikatakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Herri Zulkarnain Hutajulu ketika dihubungi, Ahad (25/1/2015)."Sampai sekarang kita melihat air yang diproduksi PDAM masih keruh seperti kopi bahkan terkadang kalau dipakai mandi kerap menimbulkan gatal-gatal," ujarnya sembari menyatakan sampai sekarang PDAM belum berhasil memenuhi kebutuhan air bagi seluruh warga Medan.Masih banyak warga yang belum terlayani menjadi pelanggan Tirtanadi. Demikian juga produksi air yang dihasilkan terkadang masih sering tersendat dan mati."Seperti dialami warga Medan Utara (Labuhan, Marelan, Deli, Belawan) dimana airnya hidup pada jam-jam tertentu saja," papar Herri yang juga Anggota Komisi C DPRD Medan ini.Ironisnya permasalahan ini sudah berlangsung lama dan kerap berulang tanpa ada solusi dari PDAM."Karena itu ke depannya harus ada perubahan dengan trobosan dan solusi dalam pemenuhan air bersih bagi seluruh warga Kota Medan. Salah satu solusinya di awali dengan pembenahan di internal manajemen perusahaan air itu sendiri dan pengalihan pengelolaan dari Pemprov Sumut kepada Pemkot Medan," ucapnya seraya menyampaikan optimistisnya kalau PDAM diambil alih Pemkot Medan semua persoalan yang ada akan terselesaikan.Saat ini, hanya Kota Medan yang air minumnya dikelola Pemprov Sumut. Di daerah lainnya PDAM sudah dikelola masing-masing pemerintahan daerah setempat seperti Tirta Deli Deli Serdang.Sudah sepantasnya Pemkot Medan mengambil alih pengelolaan PDAM untuk menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya akan dikembalikan untuk kesejahteraan warga Medan."Sebab umumnya pelanggan Tirtanadi yakni warga Kota Medan, jadi wajar kalau pengelolaannya diserahkan pada Pemkot Medan," imbuhnya.Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas nasib PDAM Tirtanadi yang sampai saat ini belum mampu membersihan keseluruhan pipa seperti yang terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C."Jika Pemkot Medan yang mengelola saya optimistis PDAM Tirtanadi akan semakin berkembang dan maju serta mengalami perbaikan sehingga akan mampu memberikan pelayanan prima bagi masyarakat," jelasnya sambil mengharapkan nantinya Wali Kota Medan terpilih segera merealisasaikan hal ini. (BS-001)