Adian Napitupulu Sebut Istana Mengerikan, Ada Penjilat dan Munafik

Redaksi - Jumat, 16 Januari 2015 21:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/fotonews/dir012015/beritasumut_Adian-Napitupulu-Sebut-Istana-Mengerikan--Ada-Penjilat-dan-Munafik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Adian Napitupulu. (merdeka.com)
Beritasumut.com – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu menyebut Istana sebagai lokasi yang mengerikan, di mana di dalamnya terdapat penjilat dan kaum munafik. Seperti dilansir merdeka.com, bagi Adian, mereka sangat berbahaya karena dapat memberikan citra buruk pemerintah di mata masyarakat."Politik di sekitar Istana memang mengerikan, ada penjilat, ada para munafik, ada pembisik informasi palsu, ada yang diam-diam tapi pengkhianat, ada yang manggut-manggut tapi menikam dari belakang, ada mata-mata, ada agen rahasia, ada yang mengancam dengan kata, ada yang dengan senjata, ada yang dengan guna-guna, si jahat bekerja di dunia nyata hingga maya. Di Istana ada ribuan kepentingan yang bekerja dengan jutaan cara," ujar Adian dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (16/1/2015).Adian meyakini, Jokowi yang semula seorang pengusaha meubel sedang berhadapan dengan konspirasi yang tak kasat mata. Konpirasi ini dinilainya lebih berbahaya, bahkan lebih senyap dari freemanson atau lebih jahat dari Nazi."Konspirasi tanpa bentuk, tak beraroma, tak diakui tapi ada dan bekerja," ujarnya.Tak hanya itu, Adian juga meyakini aktivis-aktivis, pengamat dan tokoh-tokoh lain yang seluruhnya menghakimi Jokowi seolah-olah mereka paling berani. Meski menghadapi banyak tantangan, dia meyakini Jokowi tetap berdiri tegak dan tetap berpegang pada pendiriannya."Dalam kegalauannya, Jokowi, si kurus itu mengutip Pramoedya dan menegaskan sikap serta pendiriannya bahwa sebagai presiden ia menghormati semua lembaga, setiap orang, tapi sebagai presiden dia tak bisa diintimidasi siapapun," katanya."Si kurus tukang meubel itu seolah ingin berkata "silakan bicara, silakan berpendapat, silakan beri data dan masukan, silakan ancam, silakan teror, silakan marah tapi saya yang akan memutuskan. Karena saya adalah presiden," tutupnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Inilah 68 Nama Petugas Paskibraka Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 2016, Dua dari Sumut

Berita

Humas Pelindo 1 Diundang ke Istana Negara, Jokow‎i: Humas Pemerintah Harus Bergerak Cepat

Berita

Penjilat Kalian Semua, Gubernur Ditangkap Kalian Malah Bersenang-senang

Berita

Kodam I/BB Bersihkan Istana Maimun

Berita

Jokowi Kumpulkan 98 Wali Kota se-Indonesia di Istana Bogor

Berita

Pendukung BG Demo di Istana