Beritasumut.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dijadwalkan lakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) 6 besar calon Panwas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 14 kabupaten/kota. Namun Kabupaten Pakpak Bharat, hampir dipastikan lolos semua, karena hanya tiga orang yang akan diseleksi.Pimpinan Bawaslu Sumut Bidang Pengawasan dan Humas Aulia Andri mengatakan pihaknya telah menerima nama-nama dari tim seleksi (Timsel) yang telah menjaring calon panwaslu untuk pilkada yang dijadwal berlangsung akhir tahun mendatang. Untuk pelaksanaan fit and proper test sendiri, dijadwalkan berlangsung selama tiga hari yakni 7-9 Januari mendatang."Sudah kita terima, selanjutnya akan diseleksi (fit and proper test) untuk menentukan tiga besar panwas untuk 14 kabupaten/kota," ujarnya kepada wartawan di Medan, Ahad (4/1/2014).Namun pihaknya belum bisa memastikan tempat serta penyusunan materi uji yang akan disiapkan untuk bahan fit and proper test nantinya. Bawaslu Sumut akan membahas persiapannya pada Senin (5/1/2015) besok."Belum tahu dimana tempatnya. Begitu juga materinya, akan kita susun besok," katanya.Dari 14 kabupaten/kota, sejatinya Bawaslu menyeleksi masing-masing enam orang untuk diambil tiga orang sesuai peruntukan. Namun khusus untuk Kabupaten Pakpak Bharat, hanya ada tiga orang yang akan difit and proper test. Sehingga hampir dipastikan ketiganya akan lolos menjadi panwas pilkada."Waktu seleksi, ada 9 orang yang mendaftar. Tetapi saat ujian tertulis, hanya 4 orang yang ikut. Kemudian saat wawancara, hanya tiga orang saja yang ikut. Maka, yang ditetapkan cuma tiga," ujarnya.Menurutnya, berkurangnya jumlah tersebut, dikarenakan faktor jarak yang cukup jauh antara Pakpak Bharat dengan Kota Medan yang menjadi tempat pelaksanaan seleksi oleh timsel. Sementara biaya selama mengikuti seleksi untuk 6 besar, ditanggung sendiri oleh peserta."Untuk fit and proper test nanti, kita berharap seluruhnya hadir dan mengikuti prosesnya," tambahnya.Hanya saja, diakuinya, setelah diumumkan siapa yang masuk tiga besar, pihaknya masih harus menunggu kepastian dari pemerintah terkait keputusan pelaksanaan pilkada, apakah 2015 atau 2016. Sehingga, meskipun terpilih, panwas yang baru belum bisa aktif bekerja."Ya kita tunggu saja hasil keputusannya seperti apa. Selama itu, ya memang tidak ada pelantikan," pungkasnya. (BS-001)