Medan, (beritasumut.com) – DPRD Kota Medan mendesak Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menjatuhkan sanksi tegas kepada Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Kadissosnaker) Kota Medan Armansyah Lubis. Jabatan Armansayah pun didesak supaya dievaluasi terkait ungkapannya yang dinilai melecehkan Anggota DPRD Medan bahkan lembaga DPRD Medan.
Sebagaimana pernyataan Armansyah Lubis di salah satu media cetak menyebut, "Biar Anggota DPRD Medan itu menjadi kadis". Ucapan tersebut dicetuskan Armansyah menjawab wartawan ketika dimintai tanggapan terkait sorotan DPRD Medan masalah buruknya kinerja Kadissosnaker menangani nasib pembantu rumah tangga (PRT) di Medan.
Sontak ungkapan tersebut membuat berang sejumlah anggota dewan. Seperti Anggota DPRD Medan Boydo HK Panjaitan. Menurut Boydo, pernyataan tersebut merupakan pelecehan terhadap anggota dewan dan institusi dewan. Ungkapan itu tidak etis apalagi disampaikan seorang kepala dinas.
"Kita minta Wali Kota Medan supaya mengevaluasi jabatan Armansyah Lubis selaku Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan. Kadis seperti ini tidak pantas dipertahankan karena melawan ketika dikritik. Jangan jangan wali kota juga sering dilecehkan ketika memberikan teguran," ujar Boydo di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (18/12/2014).
Dikatakan politisi PDI Perjuangan ini, selaku Anggota DPRD Medan dengan tugas melakukan pengawasan, anggaran dan legislasi, tentu harus memberikan kritikan dan penilaian terhadap kinerja eksekutif.
"Tentu penilaian itu merupakan bahan masukan dan evaluasi bagi yang oknum yang bersangkutan dan wali kota untuk meningkatkan kinerjanya," tegasnya.
Sama halnya dengan Anggota DPRD Medan Golfried Effendi Lubis yang juga menyesalkan sikap Armansyah Lubis. Seharusnya Armansyah tidak perlu mengucapkan hal seperti itu. Armansyah mestinya melakukan komunikasi yang baik langkah apa yang mau diambil terkait masalah PRT.
"Kadis jangan buang badan. Terkait sorotan dewan itu merupakan tupoksi dewan," ujar Godfried.
Sebelumnya, salah satu anggota DPRD Medan Jumadi memberikan komentar terkait lemahnya kinerja Kadissosnaker Kota Medan Armansyah dalam mengawasi PRT di Medan. Terbukti sejumlah PRT di rumah Syamsul Anwar di Jalan Beo, Medan menjadi korban kekerasan.
Selanjutnya salah satu awak media memintai tanggapan Armansyah terkait sorotan dewan itu. Armansyah pun menjawab, biar Anggota DPRD Medan itu saja menjadi Kadis.
"Bilang saja sama dia biar jadi Kadis di sini. Saya sudah 20 tahun di dinas ini dan sudah capek", sebut Armansyah seperti diberitakan salah satu media. (BS-001)