Medan, (beritasumut.com) – DPRD Kota Medan akan membentuk panitia khusus (Pansus) jika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan ngotot menggelar pesta rakyat dan pesta kembang api menyambut Tahun Baru 1 Januari 2015 nanti. "Jika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tetap menggelar pesta rakyat, kita akan dorong DPRD Medan membentuk pansus yang akan diteruskan ke kejaksaan guna menyelidiki penyalagunaan anggaran Disbudpar," tegas Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung yang dihubungi wartawan, Rabu (10/12/2014). Seharusnya kata Henry Jhon, program kerja Disbudpar jangan hanya copy paste. Kegiatan dari tahun ke tahun itu saja. Perlu ada evaluasi dan inovasi bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan ke Medan dengan tetap memberdayakan produk dan budaya lokal. "Itu tugas Disbudpar, bukan memperkaya kapitalis yang memproduksi petasan/kembang api. Budaya lokal dan industri kretaif anak bangsa yang seharusnya dikembangkan supaya maju. Kapan lagi kita sadar bahwa kita bangsa yang memiliki kekayaan budaya dan industri kreatif yang memiliki nilai cukup tinggi," tegas Henry Jhon. Terkait hal ini, menurut Henry Jhon, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin serta seluruh kepala SKPD Pemko Medan harus mempunyai hati nurani terkait kondisi bangsa saat ini. "Masa rakyat lagi susah, pemko malah menghamburkan uang dari APBD dengan pesta hura-hura. Biar saja anggaran itu jadi silpa dan tahun depan bisa dimanfaatkan untuk rakyat," ujar politisi PDIP ini. Henry Jhon juga sangat menyayangkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang tidak respon terhadap Instruksi Presiden RI mengenai penghematan anggaran. "Tentu penghematan itu bukan hanya larangan buat acara di hotel, tapi juga menyangkut efisiensi anggaran," tambah Henry. Sebagaimana diketahui, Disbudpar Kota Medan akan menggelar pesta rakyat/kembang api dan menghadirkan artis artis ternama ibukota pada 30-31 Desember menyambut Tahun Baru 2015. Kegiatan ini akan menggunakan dana APBD Medan Tahun Anggaran 2014 sekitar Rp600 juta. (BS-001)