Medan, (beritasumut.com) – Kota Medan saat ini memerlukan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai untuk mengurangi polusi udara dan pemanasan global akibat efek rumah kaca."Saat ini Kota Medan hanya memiliki 20 persen RTH sebagai paru-paru kota," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Herri Zulkarnain Hutajulu dalam Reses III anggota DPRD Dapil III di Jalan Sei Bahkapuran, Kelurahan Sei Sikambing D, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (9/12/2014). "Karena itu, saya mengimbau kepda seluruh warga Kota Medan agar menanam satu pohon di tempat tinggalnya agar RTH kita bertambah menjadi hutan kota sehingga tingkat polusi udara bisa terkurangi," ujarnya.Herri juga mengkritisi Pemko Medan agar dalam membangun tidak mengganggu masyarakat seperti proyek pembangunan drainase dan air limbah rumah tangga (sanitasi).Dalam reses itu, Herri yang juga Anggota Komisi C juga mengkritisi PDAM Tirtanadi yang saat ini airnya sering macet dan keruh. "Saya usai mandi terpaksa menggaruk badan terlebih dahulu," ujarnya berkelakar disambut seluruh warga yang mengeluhkan hal serupa.Terkait Pekerja Seks Komersial (PSK) yang banyak beroperasi di kawasan tersebut baik terang terangan maupun di kos-kosan, Herri mengutarakan pihaknya akan menghubungi Satpol PP Kota Medan dan pihak Kecamatan Medan Petisah agar secara continue dan terpadu merazia PSK baik yang beroperasi terang-terangan maupun di kos-kosan."Saya harap Kecamatan Medan Petisah ini ke depannya bersih dari PSK," imbuhnya. Dalam reses itu juga terungkap kurang maksimalnya kinerja Dinas Bina Marga Kota Medan.SP Hutasoit warga Jalan Titi Papan mengatakan di daerah tempat tinggalnya selalu banjir ketika hujan.Disebutkannya, banjir itu lebih disebabkan tumpatnya saluran drainase sehingga tidak mampu menyalurkan air hujan.Ia mengaku saluran drainase itu berada di antara dua kelurahan yakni Kelurahan Sunggal dan Kelurahan Sei Sikambing D."Dua tahun yang lalu saluran drainase itu sudah pernah di korek oleh PNPM atas usulan masyarakat sekitar. Tapi hasilnya kurang maksimal karena pengorekannya tidak dalam," katanya.Hal senada disampaikan Mahilda Hutajulu, warga Sei Batang Serangan yang juga mengeluhkan buruknya saluran drainase yang tidak dapat bekerja secara maksimal.Selain itu, ia juga menginginkan agar jalan menuju tempat tinggalnya diaspal. "Cuma dua permintaan saya pak, mohon diperbaiki infrastruktur tempat tinggal kami," harapnya.Menanggapi itu, Herri Zulkarnai mengatakan dirinya akan memperjuangkan seluruh aspirasi seluruh masyarakat yang berada di daerah pemilihan III.Kata Heri, anggota dewan harus memiliki suara vokal dan mampu menunjukkan kekuatannya dihadapan pihak eksekutif atau pemerintah."Semakin banyak pengaruh anggota dewan, maka anggota dewan tersebut dapat membawa lebih banyak kue-kue pembangunan untuk pembenahan infrastruktur,"jelasnya.Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan itu akan langsung menyampaikan keluhan ini baik kepada Kepala Dinas Bina Marga, maupun Kepala Dinas Kesehatan."Mudah-mudahan dalam waktu dekat pembenahan infrastruktur dapat dilakukan," katanya.Dalam kesempatan tersebut warga peserta reses juga mengusulkan Herri Zulkarnain agar maju langsung menjadi calon Walikota Medan jangan hanya menjadi wakil."Kami siap mendukung Herri maju menjadi Wali Kota Medan periode mendatang," ungkap warga. (BS-001)