PRT Dianaya, Dinsosnaker Medan Pantas Dibubarkan

Redaksi - Selasa, 09 Desember 2014 23:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/fotonews/dir122014/beritasumut_PRT-Dianaya--Dinsosnaker-Medan-Pantas-Dibubarkan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Terungkapnya kasus penganiayaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Jalan Beo simpang Jalan Angsa, Medan, Sumatera Utara (Sumut), mendapat sorotan tajam Anggota DPRD Medan. Terlepas dari masalah hukumnya, kasus penganiayaan yang dilakukan Syamsul Anwar dan tersangka lainnya dinilai akibat keteledoran Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan dalam mengawasi setiap tempat penampungan/penyalur tenaga kerja. Keberadaan Dinsosnaker Medan dinilai tidak memiliki fungsi sama sekali."Kita menyaksikan kasus ini amat mengerikan, tempat kejadian yang merupakan pusat kota luput dari pantauan aparat dalam hal ini Dinas Sosial dan Tenaga Kerja. Jelas dari kasus ini terlihat Dinsosnaker tidak memiliki fungsi apa-apa," jelas Anggota DPRD Medan Jumadi di Medan, Selasa (9/12/2014).Dijelaskan Jumadi, kasus penganiayaan PRT di Jalan Beo terungkap bukan karena adanya laporan Dinsosnaker. Untuk itulah, Jumadi meminta Wali Kota Medan mengevaluasi Dinasosnaker Kota Medan karena dinilai tidak menjalankan fungsinya dengan baik. "Kita tidak melihat fungsi Dinsosnaker di sini. Wali Kota harus melakukan evaluasi," jelasnya seraya mengatakan jika memang dianggap perlu baiknya Dinsosnaker dibubarkan saja.Terkait permasalahan ini juga, Jumadi mengingatkan Pemko Medan untuk memperhatikan korban kasus Jalan Beo. "Kita melihat mereka tidak dimanusiakan oleh majikannya, mereka tidak diberikan upah malah mereka menerima siksaan. Tentunya kita mengharapkan Pemko Medan dalam hal ini Dinsosnaker tidak tinggal diam melihat kasus ini tetapi juga melakukan terobosan dengan mengurus hak-hak mereka yang selama ini diabaikan majikannya," jelasnya.Jumadi juga mengharapkan kasus ini tidak terulang kembali di Medan. Pemko Medan diharapkan proaktif dengan perkembangan di masyarakat yang dianggap mencurigakan termasuk mendata Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Kota Medan. "Kita mengharapkan Pemko Medan segera melakukan pendataan terhadap keberadaan PRT di Kota Medan," jelasnya. (BS-001)


Tag:
PRT

Berita Terkait

Berita

Tim Pegasus Polsek Medan Baru Amankan Kekasih PRT yang Tewas Bersama Bayinya di Medan Petisah

Berita

Diduga Gugurkan Kandungan, Pembantu Rumah Tangga Tewas Bersama Bayinya di Medan Petisah

Berita

Disiksa Pemilik Warung Makan Aguan Jemadi Medan, PRT Asal Papua Lapor Polisi

Berita

FPKS Perjuangkan RUU Perlindungan PRT di Prioritas Prolegnas 2017

Berita

Kasus Human Trafficking PT Cut Sari Asih, Subdit Renakta Wacanakan Penerbitan DPO

Berita

Mayoritas Parpol Ogah Bahas RUU Perlindungan PRT