Manajer BOS Palas Diminta Tinjau Sekolah Penerima

Redaksi - Sabtu, 22 November 2014 23:39 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112014/beritasumut_Pintu-Ruangan-Kelas-SDN-010.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Pintu Ruang Kelas SD Negeri 0101 Sibuhuan yang dibiarkan rusak, Sabtu (22/11/2014). (Sahat G Lubis)
Palas, (beritasumut.com) – Manajer Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kabupaten Padang Lawas (Palas) diminta tinjau sekolah penerima dana BOS Tahun Anggaran 2014.Soalnya diduga banyak sekolah penerima yang tidak menyalurkan dana untuk keperluan perbaikan sarana dan prasana sekolah.“Manajer BOS diminta tinjau sekolah penerima, karena banyak ditemukan bangunan sekolah yang dibiarkan tidak terawat. Ataupun sama sekali tidak pernah dicat, dan terkesan kumuh dan jorok,” ungkap Pemerhati Anggaran Daerah Tabagsel Andi Marito Harahap yang dimintai tanggapannya terkait penggunaan dana BOS di Kabupaten Palas, Sabtu (22/11/2014).Menurut Andi, penggunaan dana BOS harus sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Teknis dan Pertanggungjawaban Dana BOS Tahun 2014.Lanjutnya, bahwa dalam juknis tersebut salahsatu sasaran penggunaan dana BOS adalah untuk perawatan sekolah, antaralain untuk pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela. Kemudian perbaikan mobiler, perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC), perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.“Sasaran dana BOS dalam juknis, juga untuk perawatan sekolah. Ada sekolah yang menerima Dana BOS mencapai ratusan juta, tetapi sekolahnya tidak pernah dicat dan terkesan kumuh ditambah jorok lagi,” pungkas Andi.Informasi yang dihimpun di salah satu sekolah penerima dana BOS di Kecamatan Barumun, yakni  SD Negeri 0101 Sibuhuan yang juga merupakan sekolah unggulan, jumlah muridnya banyak sehingga dana BOS yang diterima kurang lebih setengah miliar per tahun. Bangunan sekolah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir tidak pernah dicat, mebeler dibiarkan rusak, kamar mandi tidak terawat, pintu dibiarkan rusak, dan terkesan kumuh. (Sahat G Lubis)


Tag:

Berita Terkait