Pekanbaru, (beritasumut.com) – Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto mengingatkan agar prajurit tidak lengah terhadap bahaya laten komunis dan paham radikal.
Hal itu disampaikan pada Acara Sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal, di aula Wiratama Korem 031/Wirabima, Pekanbaru, Kamis pagi (13/11/2014).
Seperti dikutip dari tni.mil.id, Sabtu (15/11/2014), Danrem 031/Wirabima dalam sosialisasinya mengatakan, ideologi komunis di Indonesia tidak pernah mati, terlebih lagi kondisi kehidupan Bangsa masih diliputi kemiskinan dan kesenjangan sosial.
"Sekalipun Partai Komunis Indonesia (PKI) telah dibubarkan dan dilarang keberadaannya, namun di era reformasi ini justru memberi peluang munculnya multiideologi. Kendati secara organisasi PKI sudah tidak ada, namun secara ideologi tidak pernah hilang. Komponen bangsa perlu senantiasa waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis yang berusaha untuk merusak ketatanegaraan di Indonesia,” ujarnya.
Begitu juga dengan paham radikal yang selalu berupaya untuk menggunakan syariat agama dalam sendi-sendi keagamaan dan kenegaraan yang dapat mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tak lupa dalam paparannya Danrem 031/Wirabima mengingatkan kepada para dandim agar melaksanakan pembinaan teritorial terbatas di wilayahnya, berani mengambil keputusan yang tepat jika terjadi suatu permasalahan di wilayahnya, dan dapat memberikan informasi yang akurat di wilayah binaannya.
Prajurit teritorial harus mampu memberikan wawasan terhadap masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh faham radikal kanan serta mengajak masyarakat agar mengantisipasi dan mewaspadai terhadap orang asing yang akan memasukan ideologinya, sehingga nantinya akan diperoleh langkah, cara dan kesamaan dalam bertindak. Ideologi komunis masih dianggap sebagai ancaman negara. (BS-001)