Simulasi Sistem Penanggulangan Darurat Terpadu Digelar di Medan

Redaksi - Kamis, 13 November 2014 21:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112014/beritasumut_SImulasi-SPGDT.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Simulasi Sistem Penanggulangan Darurat Terpadu . (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Dinas Kesehatan Kota Medan  menggelar simulasi Sistem Penanggulangan Darurat Terpadu (SPGDT) di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (13/11/2014).Tujuan simulasi ini dilaksanakan untuk memadukan komunikasi dan koordinasi pelayanan gawat darurat sehari-hari, saat bencana maupun kejadian luar biasa yang meliputi pelayanan pra rumah sakit, rumah sakit dan antar rumah sakit.Wali Kota Medan diwakili Asisten Kesejahteraan Masyarakat Setdakot Medan Erwin lubis menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas digelarnya simulasi ini, terutama Team Emergency Dinas Kesehatan Kota Medan yang selama ini  dengan kesungguhan dan keikhlasan telah bekerja keras dalam upaya penanggulangan gawat darurat di Kota Medan.Menurut Erwin, letak geografis Kota Medan yang dilalui lima sungai menyebabkan Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini rawan terhadap bencana  banjir. Di samping itu beberapa kawasan pemukiman yang padat penduduk dengan pola tata ruang bangunan rumah terlalu padat, menyebabkan rawan terhadap bencana kebakaran.“Untuk itulah diperlu ditingkatkan kewaspadaan, mempelajari dan memahami bagaimana tata cara penanggulangan bencana dan reaksi cepat apa yang harus dilakukan. Dengan demikian jika terjadi banjir maupun kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tepat, sehingga tidak sampai menelan banyak korban, terutama korban jiwa,” kata Erwin.Selain itu kata Erwin lagi, penanggulangan pasca bencana juga sangat penting dilakukan. Sebab, masyarakat yang menjadi korban telahj kehilangan harta bendanya, ada yang terlukan dan kehilangan nyawa. Kondisi ini tentunya membuat masyarakat kehilangan kemampuang untuk kembali hidup normal, melakukan aktifitas sosial, ekonomi dan sebagainya.“Di sini tentunya sangat diperlukan perhatian khusus, bagaimana kita sebagai tim gawat darurat dapat mengambil langkah-langkah konkrit yang terpadu dalam mengatasi keadaan tersebut. Karena itulah simulasi yang dilakukan pagi ini saya pandang cukup strategis dan sangat penting  untuk lebih meningkatkan kemampuan team emergency dalam  penanggulangan pada saat terjadi bencana maupun pasca bencana,” ungkapnya.Mantan Kadis Pertamanan Kota Medan ini aselanjutnya berharap agar team emegency dapat terus menjaga komunikasi dan koordinasinya secara baik, sehingga semakin solid dan kuat. Kemudian dia mengimbau seluruh aparatur pemerintah, baik tingkat kota, kecamatan, kelurahan dan lingkungan agar responsif terhadap apa yang diiinginkan warga, terutama di daerah-daerah rawan bencana.“Tingkatkan terus koordinasi dan kerjasama dengan seluruh stakeholder beserta masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana, baik pada saat terjadi bencana maupun pasca bencana sampai tahap pemulihan. Saya yakin dengan bersatu dan bergandeng tangan, insya Allah kita dapat melangkah ke depan menuju masa depan yang lebih baik,” harapnya.Sementara itu Kadis Kesehatan Kota Medan Usma Polita dalam laporannya menjelaskan, simulasi ini dihadiri 200 peserta yang  diantaranya berasal dari Team Emergency Dinkes Kota Medan/Puskesmas, rumah sakit se-Kota Medan, PMI Kota Medan, UPT Lanyanan Ambulan Gawat darurat Sumut, Dinas P2K Kota Medan, Kantor SAR Medan, TNI/Polri, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan Satpol PP dan BPBD Kota Medan.Usma menjelaskan, latar belakang digelarnya kegiatan ini sebagai upaya pencegahan sebelum terjadi bencana perlu dilakukan latihan yakni SPGDT. “Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat yang meliputi perencanaan, prngorganisasian serta pemahaman personil dari berbagai lintas sektor terkait terhadap pelaksanaan prosedur yang ada,” jelas Usma.Dalam simulasi digambarkan bagaimana gempa hebat menerpa Kota Medan. Kejadian itu menyebabkan Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan dan Gedung Dharma Wanita di Jalan Rotan hancur serta terbakar. Kondisi itu menyebabkan banyak pegawai yang mengalami luka cukup parah dan ringan, malah ada yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.Selanjutnya dengan sigap team emergency dibantu SKPD terkait langsung datang memberikan pertolongan. Selain melakukan evakyuasi, korban-korban yang menghalami luka cukup parah maupun ringan langsung mendapatkan perawatan medis. Bagi korban yang cukup parah, segera dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih intensif. Sedangkan bagi korban yang mengalami luka ringan ditangani petugas medis di posko sementara.Selanjutnya tim bekerja keras untuk mengevakuasi korban yang masih tertimpa reruntuhan bangunan. Kerja keras ini berhasil meskipun ada korban yang harus kehilangan nyawa. Kinerja team emergency ini mendapat aplaus meriah dari undangan yang hadir diantaranya AKBP Sugeng mewakili Kapolda Sumut, Wakapolresta Medan AKBP Hondawan Naibaho, sejumlah pimpinan SKPD serta undangan lainnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Berita

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Berita

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Berita

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Berita

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Berita

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern