Medan, (beritasumut.com) – Perseteruan Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DPR RI ternyata tak menjalar ke tingkat bawah. Inilah yang tergambar dalam rapat pembahasan alat kelengkapan DPRD Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Rabu (5/11/2014) siang. Kedua kubu tampak akur.KMP dan KIH resmi membaur dan bersepakat untuk membagi jatah di alat kelengkapan dewan. Mereka beralasan, kebersamaan ini dilakukan demi pengabdian ke masyarakat Kota Medan.Informasi yang diperoleh, hasil rapat tertutup pembahasan alat kelengkapan DPRD Medan ini, disepakati pembagian jatah pimpinan alat kelengkapan DPRD Medan dilakukan dengan sistem proporsional. Sistem ini mambagi rata jatah pimpinan alat kelengkapan DPRD yang kerap diperebutkan fraksi yang ada. Hanya saja untuk tahun pertama bagi fraksi yang memegang tampuk pimpinan tidak mendapatkan jatah sebagai pimpinan alat kelengkapan.Sejumlah ketua fraksi saat dikonfirmasi wartawan mengakui pembahasan alat kelengkapan DPRD dilakukan dengan sistem proporsional dan meninggalkan adanya perbedaan kelompok KIH dan KMP.“Sesuai hasil kesepakatan pembahasan untuk alat kelengkapan dewan dilakukan dengan sistem proporsional. Itu kita lakukan sebagai wujud kebersamaan,” jelas Ketua Fraksi Hanura DPRD Medan Landen Marbun, usai rapat.Landen mengatakan, soal perbedaan KMP dan KIH, DPRD Medan sepakat untuk tidak mempermasalahkannya. “Soal ini juga sepakat tidak ada KMP dan KIH, ini demi kepentingan bersama dan pengabdian kepada masyarakat,” jelas Landen.Ketua Fraksi PAN Ahmad Arief mengatakan hal senada. Seluruh fraksi dan pimpinan DPRD Medan sepakat untuk bersama dan mengusung sistim proporsional. “Tadi sudah sepakat pembagiannya dilakukan dengan sistem proporsional,” jelas Arief.Hanya saja, siapa orang yang akan memimpin di alat kelengkapan dewan akan ditentukan di masing-masing alat kelengkapan dewan. “Kalau untuk personalnya nanti dipilih kembali di masing-masing alat kelengkapan dewan,” terangnya. (BS-001)