Pemko Medan Harus Bertanggung Jawab Maraknya Pohon Tumbang

Redaksi - Sabtu, 01 November 2014 17:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112014/beritasumut_Farid-Wajdi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Farid Wajdi. (Google)

Medan, (beritasumut.com) – Maraknya pohon tumbang  di Kota Medan bukan sekadar mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga telah merenggut korban jiwa maupun harta benda. 

Meski tumbangnya pohon merupakan sesuatu yang tidak diinginkan bersama, kejadian itu dengan segala akibatnya adalah suatu fakta yang beraspekkan hukum.

"Tidak ada pilihan lain kecuali hukum harus dikedepankan dengan itikad baik. Minimal persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik, tidak terjadi lagi dan juga harus dapat ditegakkannya hukum yang ada. Bagaimana pun juga, adanya pohon yang tumbang semacam itu merupakan bagian dari urusan pemerintah," kata Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi melalui siaran pers, Sabtu (1/11/2014).

Dikatakannya,  menebang pohon di tepi jalan, harus izin terlebih dahulu kepada pemerintah, tentu bila ada masalah dengan pohon tersebut, pemerintah harus bertanggung jawab. 

"Tanggung jawab tersebut berhubungan dengan perlindungan bagi masyarakat, terutama yang ada di sekitar pohon tersebut berada, baik yang lewat maupun bertempat tinggal," katanya.

Dikatakannya, banyaknya pohon tumbang belakangan ini terjadi, dinilai akibat tidak adanya pengawasan atau perawatan atas pohon tersebut. Dalam hal ini,  diduga ada unsur kelalaian pemerintah.

"Kelalaian yang berkaitan dengan ketiadaan perlindungan tersebut sama halnya perbuatan melanggar hukum yang dapat dituntut secara perdata," jelasnya.

Dijelaskannya,  masyarakat harus dilindungi dari hal-hal yang tidak simpatik dan tidak bertanggung jawab atas orang-orang yang mengutamakan kepentingan pribadinya. Termasuk perlindungan dari adanya ulah para pengawas dan perawat pohon dan jalan yang melaksanakan tugasnya dengan tidak penuh rasa tanggung jawab alias asal kerja.

Konsekuensinya, tindakan pemerintah yang membuat masyarakat menjadi korban atau  mengalami kerugian, merupakan tanggung jawab pemerintah. 

"Secara hukum pemerintah harus bertanggung jawab dan dapat dimintai pertanggungjawaban sekaligus ganti rugi. Dasar hukum pertanggungjawaban itu adalah adanya perbuatan melawan hukum (onrechmatigedaad) dari pemerintah yang bertanggung jawab terhadap keadaan yang membuat jatuhnya korban dan/atau kerugian. Dari segi hukum dapat diaplikasikan ketentuan Pasal 1367 KUHPerdata," katanya. 

Dilatakannya, proses hukum pidana dapat diterapkan dengan menggunakan Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. 

"Untuk itu, Polresta Medan mesti mengusut peristiwa ini secara langsung dari sisi tanggung jawab pidana dan perdata. Keluarga korban berhak mengajukan gugatan perdata ke pengadilan negeri dan bukan semata-mata cukup menerima santunan," pungkasnya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Berita

Granat Kota Medan Dukung Pemko dan DPRD Tambah Anggaran Kepolisian

Berita

Langgar Aturan Selama Libur Lebaran, Pejabat ASN Pemko Medan Akan Dikenakan Sanksi

Berita

Pemko Siapkan 3,5 Hektare Bangun Terminal A dan Jalan Menuju Pasar Induk Lau Cih

Berita

Janji Palsu Oknum PNS Pemko Medan Berakhir di Polsek Delitua ‎

Berita

Polda Sumut Dukung Pemko dan Polresta Medan Tertibkan Asmara Subuh