Medan, (beritasumut.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) senantiasa menjadi bagian terdepan dalam mengawal NKRI dari segala bentuk rongrongan dan ancaman terhadap paham Pancasila yang menjadi pemersatu suku, agama, dan budaya Bangsa Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumatera Utara (PKC PMII Sumut) Hasan Basri Simanjuntak dalam Diskusi Terbuka dan Rembug Mahasiswa Bersama Tokoh Agama dengan mengangkat tema "Radikalisme Agama Ancaman Masa Depan Bangsa" yang digelar PKC PMII Sumut di Amaliun foodcourt, Medan, Jumat (31/10/2014).Turut hadir sebagai narasumber pada diskusi terbuka yang mengupas persoalan dan mencari solusi terkait persoalan radikalisme saat ini yang menjadi keresahan bagi masyarakat itu, Arifinsyah (FKUB Sumut), Hasan Bakti Nasution (MUI Sumut), Musa Abdul Ghoni (HTI Sumut), Zulkarnain (FKPT Sumut), Polda Sumut, Ance Selian (Tokoh Politik).Dalam paparannya para narasumber mengatakan bahwa paham radikalisme menjadi persoalan serius yang harus disikapi secara bersama dan arif. Ancaman radikalisme tidak hanya berbahaya bagi agama dan pengikutnya tapi juga menjadikan bangsa akan semakin hancur. Upaya yang harus dilakukan adalah melalui dialog sehingga potensi munculnya paham radikalisme bisa dicegah.Sementara itu Sekretaris Umum PKC PMII Sumut Darwin Sipahutar menyoroti tindakan represif pihak kepolisian khususnya Densus 88 yang dalam menindak berbagai aliran-aliran yang dapat mengganggu perjalanan bangsa ini. Densus 88 diminta tidak asal main tembak mati saja.“Harus jujur kita akui selama ini hanya pihak kepolisian yang mengerti siapa teroris itu sebenarnya. Tapi penyelesaian yang dilakukan kepolisian tidak membuat efek jera bagi mereka-mereka yang memahami idiologi selain Pancasila. PMII secara kelembagaan meminta pemerintah mengevaluasi institusi kepolisian secara khusus Densus 88,” pungkasnya. (BS-001)