Medan, (beritasumut.com) – Wali Kota Medan Dzulmi Eldin melaunching peluncuran buku muatan lokal Bahasa Inggris untuk tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)/Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Kurikulum 2013 di Hotel Madani, Medan, Jumat (17/10/2014) malam. Peluncuran buku ini merupakan gagasan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Medan, guna menyikapi keluhan dan pengaduan guru Bahasa Inggris terkait pelajaran Bahasa Inggris masuk kegiatan ekstra kurikuler dalam kurikulum 2013.Launching ini turut dihadiri peneliti senior dari Balitbang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Qudrat Nugraha yang juga Sekjen Pengurus Besar PGRI Pusat, Dandim 0201/BS Letkol Kav Setiawan Arismunandar, Kepala Balitbang Kota Medan Hasan Barsi, Ketua PGRI Kota Medan Ramlan Tarigan dan jajaran pengurus lainnya serta para guru dan kepala sekolah SD/MI/SDLB.Menurut wali kota, Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. Itu sebabnya bahasa Inggris sangat penting dalam berkomunikasi di dunia internasional. Karena itulah Eldin sangat menyambut baik dengan peluncuran buku muatan lokal Bahasa Inggris. Dengan peluncuran buku ini diharapkannya siswa-siswi mulai sejak dini dikenalkan dan diajarkan Bahasa Inggris.“Saya berharap dengan diluncurkannya buku muatan lokal bahasa Inggris ini, para siswa dapat mengetahui dan belajar sejak usia dini. Dengan demikian mereka nantinya akan terlatih dan tidak kaku lagi berkomunikasi dengan bahasa Inggris pada saat duduk di bangku SMP, SMA maupun pergurruan tinggi nantinya,” kata wali kota.Di samping itu kata wali kota, buku muatan lokal Bahasa Inggris ini akan membuka cakrawala dsan wawasan para siswa. Sebab, dalam buku itu banyak terdapat pemahaman yang menggunakan kata-kata Bahasa Inggris. Untuk itu wali kota berpesan kepada guru yang mengajar Bahasa Inggris agar dapat terus bersemangat dan lebih termotivasi dalam mengajar, sehingga anak didiknya cepat menguasai Bahasa Inggris.“Semoga buku muatan lokal Bahasa Inggris ini dapat membuka wawasan dan cakrawala para siswa nantinya. Kemudian saya mengharapkan sekali partisipasi para guru maupun stakeholder terkait dalam membangun pendidikan, khususnya Bahasa Inggris agar anak didik menjadi cerdas dan pintar berbahasa Inggris,” harapnya.Ketua PGRI Kota Medan Ramlan Tarigan dalam laporannya menjelaskan, tentang kronologis buku muata lokal Bahasa Inggris untuk SD/MI/SDLB kurikulum 2013. Hal ini berawal dari keluhan dan pengaduan guru-guru Bahasa Inggris yang ada di Kota Medan tentang hadirnya kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 dinyatakan bahwa pelajaran Bahasa Inggris tidak merupakan kegiatan kurikuler melainkan masuk kegiatan ekstra kurikuler. Akibatnya para guru Bahasa Inggris tidak memiliki legalitas formal untuk mengajar.“Lebih dilematis lagi, tunjangan profesi yang selama ini mereka terima akhirnya terhenti. Atas dasar itulah PGRI Kota Medan kemudian menghadap Wali Kota Medan dan bermohon kepada beliau agar mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai solusi mengatasi permasalahan tersebut sesuai implementasi Permendikbud No.81 A Tahun 2013 tentang Kurikulum 2013,” jelas Ramlan.Dengan kebesaran hati wali kota dan kecintaannya terhadap dunia pendidikan kata Ramli, mantan Sekda Kota Medan itu kemudian mengeluarkan Perwal No 23 Tahun 2014 tentang muatan lokal wajib untuk SD/MI/SDLB di Kota Medan adalah Bahasa Inggris. Kemudian atas arahan wali kota dan PGRI Kota dibantu pihak terkait, menyiapkan buku muatan lokal Bahasa Inggris sebagai sumber belajar dan media pembelajarannya.“Alhamdulillah terbitlah buku muatan lokal yang pertama di Indonesia sebagai buku muatan lokal Bahasa Inggris untuk SD/MI/SDLB kurikulum 2013. Ini tentunya merupakan kebanggaan yang besar untuk guru dan prestasi yang luar biasa bagi Kota Medan selama dipimpin Drs H T Dzulmi Eldin S MSi sebagai wali kota,” ungkapnya.Sementara itu peneliti senior dari Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Qudrat Nugraha, mengaku sangat senang karena pelajaran Bahasa Inggris menjadi muatan lokal di Kota Medan. Hal ini tentunya sangat mendukung dengan letak strategis Kota Medan yang menjadi serambi Singapura dan Malaysia.Setelah dijadikannya pelajaran Bahasa Inggris sebagai muatan lokal, Qudrat berharap agar Dinas Pendidikan Kota Medan menyiapkan guru-guru pelajaran Bahasa Inggris agar mereka lebih baik lagi dalam mengajar. Selanjutnya diikuti dengan memperbanyak kegiatan perlombaan yang menyangkut pelajaran Bahasa Inggris, sehingga anak-anak SD semakin terbiasa dan terlatih. (BS-001)