Krisis Listrik di Sumut Tak Kunjung Usai

Redaksi - Jumat, 17 Oktober 2014 21:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102014/beritasumut_Farid-Wajdi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Farid Wajdi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Krisis listrik di Sumatera Utara (Sumut) tak kunjung usai meski Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah turun tangan. "Saat ini  kebutuhan listrik Sumut sebesar 1.700 MW, sedangkan kekurangan pasokan sekitar 330 MW. Jumlah ini di luar cadangan daya yang dibutuhkan sebagai cara untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan pembangkit," kata Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi dalam siaran pers, Jumat (17/10/2014).Krisis listrik di Sumut menjadi peringatan bahwa Indonesia sudah mulai kekurangan pasokan listrik.  Masalah suplai energi listrik timbul akibat kebutuhan energi listrik yang meningkat lebih pesat dibandingkan dengan kemampuan PT PLN untuk memenuhi pasokan listrik yang dibutuhkan."Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk suatu negara seharusnya diimbangi dengan pertumbuhan pasokan kebutuhan energi listriknya," katanya.Memang, kecaman demi kecaman terus dituai PLN Sumut terkait pelayanan yang belum juga mengalami perbaikan hingga saat ini. Namun kecaman bahkan makian yang dilontarkan sudah tak mempan, karena prosesi pemadaman bergilir terus."Kesabaran masyarakat Sumut terkait persoalan listrik masih terus diuji. Sampai kini pemadaman  bergilir oleh PT PLN tak kunjung berakhir. Padahal, manajemen perusahaan BUMN itu pernah berjanji pertengahan Tahun 2014 pemadaman bergilir tuntas. Namun kenyataannya intensitas pemadaman semakin lama, mencapai empat sampai lima jam. Ironisnya dalam sehari listrik padam dua sampai tiga kali," katanya.Sebenarnya, masyarakat sudah sangat gerah dan muak dengan kinerja PT PLN Sumut. Tetapi, masyarakat nyaris tak tahu lagi harus berbuat apa."Pemadaman bergilir sudah berlangsung selama 9 tahun. Alasan yang selalu muncul adalah mesin pembangkit berulah, sehingga diperlukan perawatan dan perbaikan," ungkapnya.Sulit diterima akal sehat, mesin pembangkit diperbaiki dan dilakukan peratawan tetapi terus menerus dalam kondisi emergensi. Atau sebenarnya, krisis listrik ini sengaja dirawat agar tetap menjadi proyek."Bayangkan itu sudah masuk satu dekade? Apakah benar krisis listrik di Sumut telah menjadi `proyek abadi’ yang sengaja dipelihara PT PLN dan pemerintah? Lalu, kapan Sumut dapat bebas dari kegelapan," jelasnya.Untuk itu, pemerintah semestinya sesegera mungkin mengambil langkah antisipatif baik dalam jangka pendek maupun menengah dan panjang dalam mengatasi krisis listrik di Sumut."Upaya mengatasi krisis listrik tidak pernah serius, cuma basa-basi. Program konkrit agar  bisa menjadi titik awal untuk segera bangkit, menuntaskan permasalah krisis listrik di wilayah Sumut tidak pernah ada," katanya.Sejumlah upaya penambahan pasokan listrik dari pembangkit-pemangkit tersebut, diharapkan bisa menjadi solusi positif untuk membawa Sumut keluar dari kegelapan."Daftar panjang korupsi mesti dipotong. Jangan sampai terkesan semua anggaran krisis listrik seperti membuang garam ke laut. Tanpa niat baik, proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik di Sumut cuma sebatas mimpi alias basa-basi," tutupnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Sempat Ditunda, Penerbangan Tujuan Bandara Silangit Kembali Normal

Berita

IMM Desak Kapolda Sumut Mundur

Berita

Gubsu dan Pangdam Layat Korban Tewas Bentrok di Karo

Berita

Pemerintah Pusat Beri Perhatian Besar di Sumut, Masyarakat Diminta Jaga Stabilitas Keamanan

Berita

Pasca Kerusuhan Tanjung Balai, Gubsu Imbau Perkuat Koordinasi Lintas Agama

Berita

Pemda Tanah Karo Diminta Tegas Selesaikan Masalah Relokasi Pengungsi