Palas, (beritasumut.com) – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Padanglawas (Palas) Saiful Bahri Siregar mengatakan tidak takut terkait permasalahan CPNS dari honorer Kategori II (K2).“Selama masa pengumuman uji publik daftar nominatif honorer K2 selama 14 hari, terjadi penambahan peserta ujian CPNS dari K2 sebanyak 26 orang. Selama pengumuman uji publik tersebut, saya tidak pernah berjumpa dengan honor K2. Kalaupun ada oknum yang bermain dalam honor K2, itu menjadi menjadi urusan oknum tersebut,” kata Saiful di Sibuhuan, Senin (13/10/2014).Ditambahkannya, apabila nantinya ada CPNS K2 yang bermasalah dengan hukum dikarenakan manipulasi data persyaratan, baik dengan pemalsuan dokumen itu menjadi tanggungjawab dari CPNS K2 tersebut. Sebutnya, terkait temuan dari masyarakat tentang adanya CPNS K2 yang bermasalah, itu sudah diteruskan kepada Inspektorat yang saat ini sedang melakukan verifikasi.Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perwammi Palas menduga ada oknum pegawai BKD Palas terlibat manipulasi data persyaratan peserta seleksi CPNS dari honorer Kategori II (K2)."Kita menduga ada oknum Badan Kepegawaian Daerah terlibat dalam manipulasi data tenaga honorer kategori 2. Kepala Badan Kepegawaian juga harus turut bertanggungjawab," kata Ketua Perwammi Palas Iwan Rio Lubis, Jumat (10/10/2014).Dijelaskan, cara oknum tersebut dalam memanipulasi data antara lain dengan menambah umur di dalam rekap honorer K2, dan tidak sesuai lagi dengan tanggal lahir dalam ijazah. Kemudian honorer yang bukan diangkat pada Tahun 2005 dan pertambahan peserta CPNS dari K2 yang tidak terdaftar dalam Daftar Nominatif Honorer K2 Pemkab Palas Tahun 2010.Misalnya, Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Sekretariat Daerah Kabupaten Palas berinisial TH, yang diduga sengaja ditambah umurnya. Hal itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan."Menuakan umur di dalam rekap tenaga honor K2, tidak sesuai lagi dengan tanggal lahir ijazah. Lebih tua di rekap," jelas Iwan Rio.Ditambahkan, LSM Perwammi sudah menyurati BKD Palas untuk mengklarifikasi dugaan manipulasi data tenaga honor K2. Akan tetapi pihak BKD Palas belum menjawab klarifikasi tersebut. Pemkab Palas diharapkan memperbaiki data tenaga honorer K2 tersebut sesuai peraturan yang ada. (Sahat G Lubis)