Medan, (beritasumut.com) – Keberagaman dan kemajemukan budaya serta agama justru menjadikan kekuatan besar dalam membangun Kota Medan. Di samping itu mendorong dinamika sosial ekonomi masyarakat berkembang sangat pesat dan menjadikan warganya terbuka bagi setiap orang yang mengunjungi Kota Medan.Demikian diungkapkan Wali Kota Medan diwakili Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis ketika menerima kunjungan kerja Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur di Hotel Karibia, Jalan Timor, Medan, Kamis (9/10/2014) malam.“Saya sangat bersyukur atas keharmonisan yang ada di sini. Dengan modal sosial yang cukup besar ini, tentunya akan semakin memacu semangat saya dan jajaran dalam membangun. Apalagi masyarakat yang multi etnis ini pun turut mendukung,“ kata Sekda didampingi Ketua FKUB Kota Medan Palit Muda Harahap.Dijelaskan Sekda, penduduk Kota Medan saat berjumlah hampir 3 juta jiwa. Dari jumlah itu sebesar 67,8 persen agama Islam, 18,1 persen pemeluk agama Kristen Protestan, 10.1 persen pemeluk agama Budha, 0,17 persen agama Hindu dan 4,52 persen pemeluk agama Kristen Katolik.“Alhamdulillah warga yang terdiri dari berbagai agama, suku dan etnis ini dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai, sehingga kota Medan selama ini relatif dalam suasana kondusif. Di samping itu Pemko Medan semaksimal mungkin memfasilitasi setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Kota Medan,“ ungkapnya.Ditambahkan Sekda lagi, keharmonisan dan kerukunan hidup beragama di Kota Medan selama ini juga telah mendapat apresiasi dan penghargaan dari Mahachulalongkorn Rajavidyalaya University, Thailand dan ASEAN Forum Komunikasi Umat Beragama.Karena itulah Sekda menilai pertemuan dengan FKUB Kota Blitar yang dipimpin langsung Wakil Bupati Blitar Rianto dinilai cukup strategis. Melalui pertemuan ini tentunya banyak hal yang dapat di sharing mengenai keharmonisan kedua wilayah. “Semoga hasil pertemuan malam ini akan semakin mempererat tali silaturahmi antara Kota Medan dengan Kabupaten Blitar,” ungkapnya.Wakil Bupati Blitar Rianto menjelaskan, kedatangan FKUB Kabupaten Blitar ke Kota Medan selain silaturahmi juga untuk memperluas wawasan tentang kerukunan beragama. Sebab, Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini telah menjadi contoh nasional terkait masalah kerukunan hidup beragama.“Untuk itulah mereka ingin mempelajari metoda kerukunan kehidupan beragama tersebut dan akan menerapkannya di Blitar, guna menjaga kerukunan hidup beragama sekaligus menyelesaikan kemungkinan permasalahan yang muncul akibat kehidupan beragama tersebut,” jelas Rianto.Dijelaskannya, Blitar terdiri dari Kota Blitar yang memiliki 3 kecamatan dan Kabupaten Blitar yang memiliki 22 kecamatan dengan jumlah penduduk lebih kurang 1.300.000 jiwa dengan berbagai macam agama, suku dan etnik. Karena itulah mereka merasa perlu untuk mempelajari kerukunan kehidupan umat beragama agar Blitar tetap aman dan kondusif.Sementara itu dalam sesi tanya Jawab, Ketua FKUB Kota Medan Palit Muda Harahap, memaparkan bagaimana menjaga kerukunan umat beragama di Kota Medan. Dikatakannya, banyak hal yang dilakukan FKUB dalam menjaga kerukunan beragama seperti dengan memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah.“Rekomendasi untuk pendirian rumah ibadah dilakukan FKUB bukan sekadar memberikan rekomendasi, akan tetapi FKUB turun langsung ke daerah tersebut dan melihat langsung lokasi yang akan dibangun rumah ibadah. Di samping itu menanyakan langsung dengan masyarakat sekitar apakah tidak keberatan jika dibangu rumah ibadah. Pada umunya masyarakat setuju dan jarang yang keberatan,” ungkap palit.Disamping kata Palit, FKUB banyak menggelar dialog dengan lintas agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat bahkan para pelajar guna menjelaskan kerukunan umat beragama. Di akhir tahun FKUB juga melaksanakan pertemuan refleksi akhir tahun, guna mencari masukan terbaik bagi FKUB agar di tahun depan dapat lebih baik lagi dalam menyeleaikan permasalahan yang ada. (BS-001)