Medan, (beritasumut.com) – Isu pecah kongsi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho dan Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi disikapi Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Sumatera Utara (Gerbraksu).
"Kami menggagas agar dibentuk forum rekonsiliasi antara gubernur dengan wakil gubernur," teriak massa Gerbraksu saat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (9/10/2014).
Pendemo menilai, isu pecah kongsi Gatot-Erry telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengabil keuntungan dengan menebar isu seputar korupsi.
Padahal tanpa disadari, hal tersebut membuat situasi di Sumut menjadi tidak kondusif dan agenda pembangunan menjadi mandek.
Selain mendesak agar dibentuk forum rekonsiliasi, pengunjuk rasa juga mendesak agar Pimpinan DPRD Sumut menandatangani pakta integritas untuk bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, transparan dan akuntabel. Hal itu penting agar DPRD tidak lagi dicap sebagai lembaga yang ikut korup.
"Segera laksanakan koordinasi dan klarifikasi antara Pimpinan DPRD dengan Muspida Plus jika dimungkinkan juga diundang KPK terkait dengan transparansi penanganan kasus korupsi," teriak massa. (BS-001)