Panyabungan, (beritasumut.com) – Ketua Majelis Mahasiswa Muslim Madina (M Four) Faisal Ardiansyah mengecam pemukulan seorang wartawan yang dilakukan oknum Kepala Bagian Humasy dan Protokol Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
“Masih segar di ingatan kita beberapa hari lalu seorang pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Madina mengatakan bahwa wartawan adalah penjahat dan perampok. Kini sudah terjadi lagi pemukulan terhadap wartawan,” sebut Faisal Ardiansyah di Panyabungan, Senin (6/10/2014).
Pemukulan wartawan ini membuktikan bahwa Madina telah dihuni oleh pejabat bermental preman dan tidak beradab. Faisal Ardiansyah mengatakan Bupati Mandailing Natal harus bertanggung jawab atas masalah ini selaku barometer kepemimpinan di Mandailing Natal.
Sangat disayangkan peristiwa pemukulan ini terjadi beberapa hari menjelang pelantikan Bupati Mandailing Natal. Ini menandakan bahwa pelantikan yang akan di laksanakan Kamis mendatang tidak lebih dari seremonial serta pengukuhan kekuasaan belaka yang tidak akan membawa perubahan apa-apa buat kabupaten ini.
“Kita ingin Bupati Madina segera mencopot Kabag Humas dari jabatannya serta membawanya ke pihak yang berwajib sebagaimana janji bupati dulu yang katanya beliau sendiri yang akan menyeret pejabatnya yang bermasalah ke pihak berwajib dan kita ingin bukti bukan janji dan sumpah serapah,” kata Faisal Ardiansyah.
Faisal juga menyerukan kepada semua elemen baik itu pers maupun OKP untuk melawan sistem premanisme yang sedemikian menjamur di Pemkab Madina.
“Ini jangan kita biarkan, mungkin hari ini wartawan, bisa-bisa nanti kita yang akan kena dibuat para pejabat yang bermental preman itu,” pungkasnya. (BS-026)