Medan, (beritasumut.com) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan Muhammad Nasir menilai persoalan mati lampu di Kota Medan saat ini sudah seperti makan obat."Bayangkan, satu hari 3-4 kali matinya. Ini namanya kan seperti makan obat," sebut Muhammad Nasir di Medan, Ahad (28/9/2014).Nasir juga mengaku prihatin melihat kondisi listrik di gedung DPRD Kota Medan. Pasalnya, gedung berbiaya hampir Rp100 miliar ini tidak pantas belum memiliki listrik."Kalau rumah wakil rakyat saja begini kondisinya, bagaimana dengan rakyatnya. Bayangkan, dengan kondisi begini banyak usaha mikro menjadi hajab," kata Nasir.Khusus untuk daya listrik gedung DPRD Kota Medan, sebut Nasir, para ketua fraksi bersama pimpinan sementara akan berkoordinasi ke Pemko Medan dan PLN. "Kita akan pertanyakan apa penyebab kurangnya daya listrik di gedung DPRD ini," sebut Nasir.Nasir mengaku, saat dirinya di DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pernah menjabat Ketua Pansus Kelistrikan. Dalam tinjauan ke sejumlah pembangkit, seperti di PLTU Pangkalan Susu dan PLTU Labuhan Angin, katanya, semuanya bermasalah."Dulu katanya, pembangkit-pembangkit itu akan beroperasi pada 2013, tapi nyatanya sampai sekarang tidak juga. Belum lagi pembangkit Sicanang bermasalah," sebut Nasir.Di sisi lain, lanjut Nasir, mengharapkan gedung DPRD Kota Medan berbiaya hampir 100 miliar ini harus menunjukkan ciri kedaerahan. "Ini sudah saya suarakan ketika saya di DPRD Sumut. Setidaknya pagar di depan dibuat ornamen kedaerahan oleh Pemko Medan sebagai ciri khas," kata Nasir menyarankan. (BS-001)