Medan, (beritasumut.com) – Pemerintah Kecamatan Medan Denai bersama Polsek Medan Area dan Satpol PP merazia kafe remang-remang di Jalan Panglima Denai dan Pasar Merah, Medan, Sabtu (27/9/2014) malam.Namun razia yang dipimpin Camat Medan Denai Edi Mulia Matondang dan Kapolsek Medan Area AKP Yudi Frianto terhadap tujuh kafe remang-remang di daerah tersebut diduga bocor. Pasalnya, saat razia berlangsung tak satu pun pengunjung kafe ditemukan. Biasanya pengunjung kafe di kawasan tersebut didominasi anak muda untuk memadu cinta.Tak hanya itu, kafe remang-remang yang berada di sana juga terlihat tutup. Padahal, pada sore hingga pukul 20.00 WIB, kafe tersebut masih buka dan ada pengunjungnya. "Tadi sore sampai pukul 20.00 WIB malam masih buka, malah ramai pengunjungnya. Saya rasa ada okum yang membocorkan itu," ujar Sri warga setempat.Hal senada dikatakan warga setempat lainnya, Yudi. Ia mengaku bahwa kafe itu juga buka. "Buka tadi, tapi saya lihat ada oknum kecamatan berdiri tak jauh dari kafe remang-remang sambil menelepon. Saya rasa dia yang bocorkan," jelasnya. Sementara itu, saat tim gabungan memaksa masuk ke dalam kafe, ditemukan minuman dan makanan yang ditinggal pengunjung. Camat Medan Denai Edi Mulia Matondang membenarkan razia tersebut diduga bocor sebelum mereka sampai di lokasi."Saya duga sudah bocor duluan, karena tiidak ada satu pun pasangan muda-mudi yang kita temukan. Biasanya setiap hari selalu ramai dikunjungi. Kita lihat kafe juga tiba-tiba tutup," jelasnya.Diakuinya, ia dan Kapolsek Medan Area telah berkoordinasi untuk mengusut siapa yang membocorkan razia tersebut. "Razia ini kita lakukan berdasarkan keresahan masyarakat tentang berdirinya kafe remang-remang. Kita juga telah berkoodinasi dengan Kapolsek untuk menginterogasi anggota masing-masing siapa yang membocorkan razia ini," jelasnya.Namun razia ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. "Ini baru permulaan dan akan terus kita lakukan karena kafe tersebut tidak pada peruntukannya. Awalnya, izinnya rumah makan, tapi dibuat kafe remang-remang. Kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jika memungkinkan dibongkar akan kita lakukan pembongkaran," jelasnya. (BS-031)