Sibuhuan, (beritasumut.com) – Proyek peningkatan struktur jalan provinsi jurusan Sibuhuan-Ujung Batu di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mendapat kritikan. Kritikan antara lain dilontarkan Sofyan Siregar seorang pengendara roda dua.Sofyan menilai pelaksanaan proyek lebih menguntungkan pihak pengusaha dibanding kepentingan masyarakat yang melintas di jalan tersebut. Pasalnya waktu pengerjaan antara pengaspalan sebelah kanan dengan sebelah kiri terlalu lama sehingga sampai saat ini jalan tersebut sudah bertingkat tiga.“Sewaktu saya melintas di proyek peningkatan jalan provinsi tersebut, terkadang timbul rasa was-was waktu berpapasan. Hal itu dipicu dengan adanya galian badan jalan sebelah kiri yang dibiarkan begitu lama,” ungkap Sofyan, Jumat (26/9/2014).Sofyan yang juga putra asli Palas itu selanjutnya meminta pihak pengusaha menempatkan pekerja di jalan tersebut. Hal itu bertujuan agar pengendara roda dua, becak dan roda empat bisa nyaman melintasinya dan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.Hal senada diungkapkan Pemerhati Pembangunan Kabupaten Palas, Pandapotan Siregar. Dia mengungkapkan peningkatan struktur jalan provinsi jurusan Sibuhuan-Ujung Batu di Palas semestinya mendapat pengawasan yang ketat dari Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara.“Jangan kita biarkan proyek dengan nilai kontrak Rp11.252.694.000 itu berlalu begitu saja yang notabenenya hanya menguntungkan pihak pelaksana pekerjaan,” tegas mantan Dosen UGN itu di Sibuhuan.Padahal kata Pandapotan, pihak Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Bina Marga menganggarkan proyek tersebut di Kabupaten Palas bertujuan supaya seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Palas bisa menikmati hasil pembangunan di bidang infrastruktur jalan.“Bukankah kondisi infrastruktur jalan yang mulus tanpa adanya jalan yang kupak-kapik disepanjang jalan protokol, tepatnya proyek peningkatan struktur jalan provinsi jurusan Sibuhuan-Ujung Batu merupakan cerminan dari pemekaran Kabupaten Palas sejak Tahun 2007 yang lalu,” ujar Pandapotan bertanya.Oleh karena itu, Pandapotan mengajak seluruh lapisan masyarakat supaya secara bersama-sama menjaga kelangsungan proyek tersebut sesuai dengan bestek yang ditetapkan, dan pihak pengusaha juga diharapkan supaya tidak mengerjakan jalan tersebut dengan sebutan proyek asal jadi.Terpisah, pengawas lapangan peningkatan struktur jalan provinsi jurusan Sibuhuan-Ujung Batu di Palas, Lubis mengatakan pihaknya sudah bekerja seoptimal mungkin mengerjakan proyek tersebut hingga selesai.Soal kapan pengerjaan proyek tersebut selesai, Lubis tidak bisa memastikan. Yang jelas proyek tersebut dikerjakan tidak melebihi batas waktu yang tertera di kontrak. (Sahat G Lubis)