Panyabungan, (beritasumut.com) – Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menggelar sosialisasi pemanfaatan hasil litbangyasa iptek nuklir di Aula Mitra Tani, Jalan Lintas Timur, Kecamatan Panyabungan, Rabu (17/9/2014).Sosialisasi pemanfataan hasil litbangyasa iptek nuklir tersebut dihadiri Kadis Pertanian Madina Taufik Zulhendra Ritonga, Batan Sumatera Utara (Sumut), kelompok tani se-Kabupaten Madina dan Pimpinan SKPD.Haryanto narasumber dari Batan Sumut yang memberikan arahan kepada kelompok tani mengatakan, penelitian, pengembangan dan pemanfaatan hasil litbangyasa iptek nuklir merupakan satu-satunya pokok utama yang harus dikembangkan untuk sektor pertanian. Sementara Madong Lubis, Kelompok Tani Desa Huraba membeberkan penemuan padi si Ganteng di Desa Huraba oleh alm Erwin Hasibuan. Awalnya Erwin memilih bibit padi yang besar dan daun tebal untuk ditanam disawahnya. Dari bibit yang ditanam tersebut, Erwin berhasil panen sebanyak satu kaleng.Erwin kemudian melakukan penanaman kembali dengan hasil panen yang dikumpulkan dari padi yang dipilihnya sebanyak 3 bunbun. Beberapa bulan kemudian hasil panen padi tersebut lebih banyak dari padi lainnya.Erwin lalu memberi nama penemuannya tersebut padi si Ganteng karena anaknya bernama si Ganteng. Beberapa waktu kemudian, masyarakat Huraba membeli bibit padi kepada Erwin.Padi si Ganteng penemuan alm Erwin Hasibuan diakui lebih banyak menghasilkan daripada padi lainnya. Namun padi si Ganteng kurang enak. Oleh karena petani berharap Batan bisa menemukan obat agar padi si Ganteng bisa menjadi enak dirasa, bebernya.Sedangkan Kadis Pertanian Madina Taufik Zulhendra Ritonga dalam sambutannya mengharapkan Batan Sumut memberikan bantuan-bantuan untuk lumbung pangan di Kabupaten Madina dan obat pembasmi hama, sehingga dapat meningkatkan hasil panen di Madina.Kemudian kelompok tani juga diharapkan berperan menjaga dan merawat sawah di Madina karena lahan persawahan di Madina semakin berkurang akibat beralihfungsi menjadi perumahan, tempat rekreasi, ruko. “Saya berharap masyarakat tetap mempertahankan Madina sebagai lumbung pangan,” pungkasnya. (BS-026)