Siabu, (beritasumut.com) – Syukuran hasil panen di Desa Huraba Kecamatan Siabu dari tahun ke tahun terus dilakukan dengan pemberian makan anak yatim dan menyantuni anak yatim. Namun pelaksanaan syukuran kali ini berbeda dengan pelaksanaan syukuran tahun-tahun sebelumnya. Syukuran kali ini langsung dihadiri oleh Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution dan sejumlah Pimpinan SKPD Pemkab Madina.Pelaksanaan syukuran usai panen dengan memberi makan dan pemberian santunan kepada anak yatim di Desa Huraba sudah dilaksanakan sejak Tahun 1990 lalu dan acara seperti ini terus dilaksanakan setiap kali usai panen.Demikian disampaikan Ahmad Suandi Hasibuan salah seorang tokoh masyarakat Desa Huraba dalam sambutannya mewakili tokoh masyarakat dalam acara pelaksanaan syukuran panen dan pemberian makan anak yatim, Ahad (7/9/2014).Lebih lanjut disampaikan Suandi, sejak dilaksanakan syukuran pemberian makan anak yatim dan pemberian santunan anak yatim pada tahun 1990 lalu, Alhamdulillah penghasilan panen masyarakat sudah mulai lumayan.“Hasil tani masyarakat dirasakan oleh masyarakat meningkat sejak tiga tahun belakangan ini, dimana pada tiga tahun yang lalu saudara kami yang bernama Erwin Hasibuan petani di Desa Huraba ini menemukan salah satu jenis padi secara alami. Selama tiga tahun belakangan ini Alhamdulillah hasil panennya dapat mengalahkan hasil panen secara nasional,” terang Suandi.Hasil panen padi secara nasional hanya mencapai 7,5-8 ton per hektarnya, namun hasil panen padi yang diberi nama padi Si Ganteng tersebut bisa mencapai 9-10 ton per hektarnya. Untuk itu petani sangat mengharapkan pemerintah untuk dapat mengupayakan hak paten padi Si Ganteng sehingga ahli waris penemu padi Si Ganteng dapat mencicipi hasil penemuan orang tuanya.“Padi Si Ganteng sudah terkenal di seluruh Kabupaten Mandailing Natal ini, dan hasilnyapun tidak jauh berbeda dengan hasil panen padi masyarakat di Desa Huraba ini. Untuk itu diharapkan kepada pemerintah untuk dapat mengupayakan hak paten padi Si Ganteng,” harap Suandi.Plt Bupati Dahlan Hasan dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dalam Tahun Anggaran (TA) 2015 yang akan datang pemerintah sudah berencana untuk memasukkan dalam APBD Madina deposito atas nama ahli waris penemu padi Si Ganteng sebanyak Rp60 juta.“Memang deposito ini tidak akan bisa diambil oleh ahli waris penemu padi Si Ganteng, namun uang tersebut diperuntukkan untuk membantu biaya pendidikan anak almarhum. Uang yang didepositokan tersebut bisa diambil setelah anak ahli waris memasuki jendang pendidikan SLTA,” ujar Dahlan.Diakui, tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk Alm Erwin Hasibuan sebagai penemu padi Si Ganteng. Namun insya allah para ahli warisnya dapat merasakan hasil jerih payah orang tua mereka, dan semoga uang tersebut nantinya dapat membantu untuk biaya pendidikan anak-anak almarhum.“Kepada masyarakat Desa Huraba pada khususnya diharapkan juga dapat membantu para ahli waris penemu padi Si Ganteng ini dengan cara menyisihkan barang sedikit untuk mereka anak-anak almarhum, sehingga pemerintah dengan masyarakat dapat bergandeng tangan untuk memperhatikan anak-anak almarhum,” harap Bupati.Lebih lanjut disampaikan oleh Bupati bahwa kedepannya hal-hal seperti yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Huraba dapat dicontoh oleh desa-desa lain yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.“Acara seperti ini menandakan bahwa kita terus memperhatikan anak-anak yatim yang ada di Desa Huraba, karena mereka adalah tanggung jawab kita semua. Untuk itu saya sangat terharu dengan apa yang dilaksanakan oleh masyarakat di desa ini,” pungkas Bupati.Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati juga menyerahkan uang santunan kepada anak yatim di Desa Huraba. Santunan anak yatim yang dapat dikumpulkan pada hari itu mencapai Rp11 juta. Plt Bupati Madina juga memberikan piagam penghargaan kepada keluarga penemu padi Si Ganteng. (BS-026)