Medan, (beritasumut.com) – Situasi Kota Medan yang belakangan ini terusik dengan meningkatnya angka kriminalitas membuat masyarakat tidak aman. Bukanlah cerita melainkan sungguh sebuah realita. Pasalnya, peningkatan angka kriminal ini sangat meresahkan masyarakat karena tindakan kriminal hampir terjadi di setiap waktu.Menyikapi kondisi ini, Fraksi Partai Damai Sejahtera DPRD Kota Medan meminta kepolisian untuk memberi perhatian yang lebih serius terhadap rasa aman masyarakat yang saat ini sudah sangat terusik. Bahkan, pelaku kejahatan tidak segan-segan melukai bahkan membunuh korban.Hal itu diungkapkan Landen Marbun saat menyampaikan pandangan fraksi dalam sidang paripurna DPRD Kota Medan terhadap R-APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2015 yang dipimpin Ketua DPRD Medan Amiruddin di Gedung DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Kamis (4/9/2014).Fraksi PDS juga menyarankan agar Walikota Medan mampu memposisikan diri sebagai pengggas terselenggaranya rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Medan guna merumuskan langkah-langkah dan solusi atas keamanan yang sudah sangat memprihatinkan tersebut.“Menurut hemat kami situasi ini sudah mendesak dan jangan kita biarkan korban muncul kembali. Untuk itu sekali lagi kami mendesak Walikota melaksanakan rapat koordinasi guna membicarakan kondusifitas keamanan Kota Medan,” katanya.Dikatakan Landen, jika mencermati anggaran tentang program pemeliharaan kantibmas dan pencegahan tindak kriminal sebesar Rp12.385.100.00 serta anggaran program peningkatan keamanan Rp4 .247.763.000, sungguh sangat fantastis. Akan tetapi angka ini tidak tergambar dari rasa nyaman yang dirasakan masyarakat.“Setelah kami teliti lebih dalam ternyata penjabaran anggaran tersevut justru tidak memiliki korelasi dengan rasa nyaman sebab penjabaran dimaksud hanya berorientasi kepada penyediaan jasa tenaga kerja Satpol PP yang mencapai Rp10 miliar lebih. Kami menyarankan Walikota berupaya mencari peluang dengan memberikan support anggaran kepada pihak kepolisian,” katanya.Menurut Landen, hal seperti itu pernah dilakukan Pemko Medan ketika Walikota dijabat Andillah dengan menempatkan beberapa mobil patroli di kawasan yang dianggap rawan dan ketika itu Pemko Medan memberikan support anggaran dengan nomenklatur sistim pengamanan kota.“Fraksi Partai Damai Sejahtera berkeyakinan jika Pemko Medan memberi dukungan operasional terkait dengan sistim pengamanan kota kepada pihak kepolisian maka kondisi keamanan kita akan lebih baik. Karena keberadaan mobil patroli di tempat rawan telah terbukti mampu mencegah tingkat kriminalitas. Kami juga menyarankan kepada Walikota agar menginstruksikan kembali kepada para lurah dan kepling untuk proaktif melakukan pengawasan di wilayah masing-masing serta menggalakkan kembali pos-pos siskamling,” kata Landen. (BS-001)