Bilal Jenazah Kelaparan Menunggu Walikota Medan

Redaksi - Selasa, 02 September 2014 23:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092014/beritasumut_Eldin-Honor-Bilal-Jenazah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Walikota Medan Dzulmi Eldin menyerahkan honor untuk bilal jenazah, penggali kubur serta guru TPQ/TKQ dan maghrib mengaji. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Penyaluran honor untuk bilal jenazah, penggali kubur serta guru TPQ/TKQ dan maghrib mengaji yang digelar di Kantor Camat Medan Belawan sangat mengecewakan Walikota Medan Dzulmi Eldin, Selasa (2/9/2014). Selain sangat kecewa, mantan Sekda Kota Medan ini juga tak mampu menutupi rasa marahnya. Pasalnya, para penerima honor yang umumnya telah berusia lanjut ini sepertinya tidak dilayani dengan baik tanpa diberikan makanan maupun minuman oleh pihak kecamatan meski sudah lama menunggu.Walikota baru mengetahui para penerima honor tidak diberi makanan maupun minuman oleh pihak Kecamatan Medan Belawan ketika tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB. Begitu datang menyapa para ibu-ibu dan bapak-bapak yang duduk di bawah tenda, mereka dengan wajah memelas langsung menjawab, “Kami sangat lapar dan haus sekali, Pak Wali. Sudah lama kami menunggu di sini.”Ucapan itu sontak membuat wajah orang nomor satu di Kota Medan langsung memerah. Walikota selanjutnya memanggil Sekcam Medan Belawan, sebab Camat Medan Belawan tidak berada di tempat. Selanjutnya, Walikota menanyakan mengapa para penerima honor tidak diberikan makanan dan minuman. Sekcam menjelaskan kue kotak ada, tapi belum dibagikan karena tidak cukup.Walikota selanjutnya minta kue kotak segera dibagikan kepada ibu-ibu dan bapak-bapak tersebut. Kemudian Walikota memasuki  kantor camat untuk memastikan kue kotak benar-benar ada. Namun ruangan camat yang digunakan untuk menyimpan kue kotak dikunci, sedangkan satu pun pegawai yang ada tidak mengetahui dimana kunci disimpan. Akhirnya pintu kantor camat dibuka secara paksa. Setelah terbuka, kue kotak yang ada langsung dibagikan kepada seluruh penerima honor yang hadir.“Terima kasih, Pak Wali,” jawab ibu-ibu dan bapak-bapak setelah kue kota dibagikan satu persatu. Selanjutnya, Walikota naik ke atas pentas dan langsung minta maaf atas keterlambatan penyaluran honor bilal jenazah, penggali kubur maupun guru-guru mengaji tersebut. Sebab, jadwal kegiatan yang dihadiri sangat padat.“Saya benar-benar tidak tahu penyaluran honor untuk bilal jenazah, penggali kubur dan guru mengaji dibuat seperti ini. Kedatangan saya sebenarnya untuk melihat langsung penyaluran honor dan memastikan tidak ada pemotongan sedikitpun, kecuali potongan untuk pajak. Untuk itu sekali lagi saya minta maaf,” kata Walikota.Sebenarnya  ungkap Walikota, penyaluran honor ini hendak dilakukan melalui rekening bank masing-masing. Untuk itulah kepada para bilal jenazah, penggali kubur dan guru mengaji agar membuka rekeing masing-masing. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mempermudah pembayaransekaligus menghindari terjadinya pemotongan.“Berhubung banyak yang mengeluh, makanya saya putuskan penyaluran dilakukan seperti biasa. Jadi tidak ada maksud lain, tujuannya semata-mata untuk mempermudah bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian mendapatkan honor. Untuk itu saya hadir dan memastikan penyaluran lancar serta tidak ada pemotongan sedikit pun,” tegasnya.   Setelah menyampaikan permiontaan maaf dan sambutan singkat, Walikota selanjutnya memberikan honor secara simbolis kepada  perwakilan bilal jenazah, penggali kubur dan guru mengaji. Honor yang diberikan untuk 6 bulan, setiap bulannya mendapatkan honor Rp150.000. Jadi total yang diterima Rp150.000 x 6 bulan = Rp900.000. Jumlah ini dipotong  pajak PPn Pasal 21 sebesar  6 persen. Jadi jumlah bersih yang diterima Rp846.000 per orang.Kemudian Walikota memberikan sejumlah uang kepada Sekcam Medan Belawan untuk segera membeli nasi bungkus kepada seluruh penerima honor yang hadir. Walikota ingin bapak-bapak dan ibu-ibu usai menerima honor bisa langsung makan dan baru kembali ke rumahnya masing-masing.Selanjutnya Walikota pun minta izin untuk pamit, sebab penyaluran honor yang sama juga akan dilakukan di kantor Camat Medan Tembung. Di tempat itu penerima honmor berasal dari 2 kecamatan yakni Kecamatan Medan Tembung dan Medan Denai. Untuk Medan Tembung, jumlah yang menerima honor sebanyak630 orang dan Medan Denai sebanyak 659 orang.Sedangkan untuk Kecamatan Medan Belawan, penayaluran honor juga dilakukan untuk dua kecamatan yakni Medan Belawan dan Medan Labuhan. Untuk Medan Belawa, jumlahnya 286 orang dan Medan Labuhan 549 orang. Sementara itu jumlah total penerima honor selengkapnya sebagai berikut, bilal jenazah sebanyak  2.513 orang, 874 orang penggali kubur, 1.069 orang untuk guru TPQ/TKQ dan 1.067 orang untuk guru maghrib mengaji. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Tersangka Bersama Ramadhan Pohan, Savita Juga Tidak Ditahan

Berita

Terkait Pilkada Medan, Ramadhan Pohan Ditangkap Polda Sumut

Berita

Wakil Walikota Medan Apresiasi Dhamma Talk Bukan Siapa Siapa

Berita

Audiensi dengan Walikota Medan, APSINDO Sampaikan Bidik Limbah Plastik dari TPA

Berita

Ikut Demo di Walikota, 21 Siswa Sekolah Diamankan Polresta Medan

Berita

Lapangan Merdeka Medan Alami Transformasi Fungsi Ruang