Medan, (beritasumut.com) – Dinas Kebersihan Kota Medan menganggarkan Rp144.826.181.750 pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun 2015. Dari jumlah tersebut Rp21.168.080.000 diperuntukan belanja tidak langsung (BTL) dan Rp123.658.101.750 untuk belanja langsung (BL). Pada Tahun 2015 Dinas Kebersihan menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp27.500.000.000. Hal ini terungkap saat pembahasan R-APBD 2015 di Ruang Komisi D DPRD Medan, Senin (1/9/2014).Rapat yang dipimpin Ketua Komisi D Ahmad Arif, hanya dihadiri Sekretaris Dinas Kebersihan Indra Gunawan. Sedangkan Plt Kadis Mussaddad tidak hadir karena kesibukan lain.Sekretaris Dinas Kebersihan Kota Medan Indra Gunawan menjelaskan meskipun tidak signifikan, terjadi peningkatan anggaran sebesar 12,10 persen dibandingkan P-APBD 2014 sebesar Rp129.182.812.441. Dari anggaran tersebut BTL pada P-APBD 2014 senilai Rp20.843.080.000 bertambah sebesar 1,55 persen. Begitu juga dengan BL pada P-APBD 2014 berjumlah Rp15.318.369.309 atau meningkat sebesar 14,13 persen pada R-APBD 2015. Sedangkan PAD pada P-APBD 2014 hanya berjumlah Rp25.000.000.000.Lebih lanjut dikatakan Indra dengan anggaran tersebut pihaknya membagi dalam 7 program yaitu, Administrasi perkantoran Rp1.480.000.000, Sarana Aparatur Rp3.377.640.820, peningkatan disiplin aparatur Rp2.378.540.000, pengembangan sistem pelaporan kinerja Rp180.000.000, pengembangan kinerja pengelolaan persampahan Rp115.841.048.430, penataan peraturan perundangan Rp380.211.600 dan kegiatan keagamaan dan hari besar Rp20.660.900.Dijelaskan Indra saat ini pihaknya masih mengalami kendala terhadap melakukan revitaliasi terhadap di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun karena persoalan dana. Beberapa program kerja Dinas Kebersihan untuk mendukung revitalisasi tersebut terpaksa ditunda akibat adanya rasionaliasi dan efisiensi anggaran.Dikatakan Indra dari anggaran yang ada pihaknya mengeluarkan dana yang cukup besar untuk membayar honor Tenaga Harian Lepas (THL) yang jumlahnya mencapai 2812 orang.“Mereka digaji perbulannya rata-rata Rp2,5 juta,”ujarnya.Ahmad Arif yang didampingi sejumlah unsur pimpinan dan anggota Komisi D diantaranya, Ahmad Parlindungan Batubara, CP Nainggolan, Golfried Lubis, Budiman Panjaitan, Faisal Nasution, dan Janli meminta agar penggunaan anggaran dilakukan secara efektif dan tepat sasaran sehingga persoalan sampah yang masih dialami warga Medan bisa terselesaikan. Arif berharap Dinas Kebersihan segera menuntaskan pekerjaan TPA Terjun. Selain itu, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN ini juga berharap agar tempat pembuangan sementara (TPS) sampah seperti tong sampah diperbanyak sehingga sampah masyarakat tidak berserakan.Menyinggung soal jumlah THL yang mencapai 2 ribuan menurut Arif hal tersebut tidak menjadi masalah. Menurut Arif yang menjadi permasalahan dan perlu diawasi apakah benar honor yang diterima THL sesuai dengan yang dianggarkan pihak Dinas Kebersihan. “Itu yang perlu diketahui. Jangan saat diterima THL jumlah tidak seperti itu. Kalau jumlahnya memang kita harus paham kalau urusan kebersihan ini memang membutuhkan tenaga yang cukup besar,”pungkasnya. (BS-001)