Panyabungan, (beritasumut.com) – Bendera Merah Putih merupakan identitas negara, lambang kedaulatan dan kehormatan negara yang diraih melalui suatu proses panjang yang penuh tantangan dan pengorbanan jiwa raga dan harta benda yang terukur dalam suatu peristiwa besar sejarah perjuangan bangsa yaitu Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.Demikian amanat Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution yang dibacakan Asisten II Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Syafei Lubis dalam acara Pengukuhan Paskibra Mandailing Natal di Lapangan Parkir Timur Kantor Bupati Madina, Kamis (14/8/2014).Para pendiri bangsa ini tentunya mengamanahkan kepada segenap Warga Negara Republik Indonesia untuk eksis mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu dengan pembangunan di segala bidang kehidupan serta mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual bedasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 dalam wadah NKRI yang merdeka berdaulat, katanya.“Hari ini anak-anakku dikukuhkan sebagai pasukan pengibar bendera merah putih, bermakna bahwa paskibra berjiwa kesatria, satunya perkataan dan perbuatan, bertanggung jawab dan rela berkorban untuk ibu pertiwi,” imbuhnya.Lihatlah perjalanan sejarah bangsa kita bergelimang darah dan air mata, ribuan jiwa dan jasad berjatuhan membela bendera sang merah putih. Ingat anakku, kerja belum selesai menanti tangan-tangan terpuji dan terampil demi kesejahteraan rakyat, ujarnya.Begitu pentingnya makna pengibaran Bendera Merah Putih itu dalam upaya menanamkan rasa cinta terhadap tanah air, menggelorakan semangat rela berkorban serta menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan dalam wadah NKRI dalam konteks wawasan nusantara.“Berangkat dari keadaan itulah saya berharap kepada segenap anggota Paskibra agar bertekad untuk memberikan yang terbaik dalam menunaikan tugasnya mengibarkan Bendera Merah Putih pada Upacara HUT ke 69 Republik Indonesia di Bumi Mandailing Natal yang kita cintai ini,” ajak Bupati.Untuk itu jaga stamina, ciptakan suasana gembira, harmonis dan disiplin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut, didasari dengan perasaan hati yang bening, tenang dan suasana hening dan khidmat sehingga gerak apapun yang dilakukan dinapasi makna kebangsaan. (BS-026)