Mantan Petinju Lamhot Simamora Siap Maju di Pilkada Medan

Redaksi - Senin, 11 Agustus 2014 19:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082014/beritasumut_Lamhot-Simamora.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Lamhot Simamora (tengah/baju biru) diabadikan bersama rekan-rekannya seusai mengumumkan rencananya untuk maju dalam bursa bakal calon Walikota Medan. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan sudah dekat. Beberapa nama pun mulai digaungkan sebagai kandidatnya. Salah satunya, Lamhot Simamora. Mantan petinju juara kelas bantam OPBF yang tak terkalahkan sepanjang karirnya ini, optimis bisa bersaing dengan para kandidat lainnya."Eranya sudah berubah. Setiap orang punya hak dan peluang untuk menjadi kepala daerah. Bukan hanya walikota maupun bupati, bahkan presiden. Terpilihnya Jokowi membuktikan hal itu," ungkap Lamhot ketika ditanya wartawan soal rencanya untuk meramaikan bursa bakal calon Walikota Medan di Medan, Senin (11/8/2014).Sosok muda kelahiran 8 Agustus 1970 ini sudah 4 kali mempertahankan gelar juara OPBF (Asia Pasifik). Terakhir kali ia mempertahankannya pada 1995 melawan petinju Meksiko. Setelah itu ia ditawari untuk perebutan gelar juara dunia WBA. Namun agenda itu tak kunjung diwujudkan oleh promotor, sampai akhirnya ia memutuskan mundur dari pentas tinju dunia."Sekarang saatnya yang muda bersaing, karena kesempatan begitu terbuka," tegas Lamhot soal kesiapannya bersaing pada Pilkada 2015 mendatang.Lamhot yang kini aktif sebagai Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Sumut juga melandasi pencalonannya atas dasar keprihatinan pada kondisi atlet dan prestasi olahraga Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.Nuansa prestasi sudah semakin menurun sebagai dampak dari minimnya perhatian pemerintah pada sarana, atlet dan pembinaan olahraga. "Dulu Sumut gudangnya atlet dan Medan merupakan salah satu sentra atlet berprestasi di Indonesia. Tapi sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. Olahraga cuma seremonial saja sementara gairah prestasi kian surut," tegasnya.Untuk itu, ia menyoroti pentingnya peningkatan anggaran terutama pembangunan sarana dan perawatan sarana yang sudah ada. Medan harus sudah memiliki stadion baru yang bertaraf internasional. Sementara Stadion Teladan sebagai heritage (warisan) harus dirawat sebaik-baiknya. "Saya akan lebih konsen pada upaya untuk meningkatkan anggaran olahraga, baik untuk prestasi atlet maupun sarana olahraga," tegasnya.Stadion Teladan setelah dibangun pada 1953, merupakan satu-satunya stadion terbaik di Indonesia, karena Gelora Bung Karno (GBK) baru dibangun sekira tahun 1960. Tapi sekarang, Medan jauh tertinggal dari daerah lainnya karena minimnya keinginan dan pemahaman kepala daerah dalam memajukan aspek tersebut.Menurut Lamhot, prestasi olahraga adalah menyangkut multi aspek. Baik sosial maupun ekonomi. Setiap negara maju, prestasi olahraganya akan baik. Minat warganya untuk berolahraga juga tinggi. "Medan, mau maju sebagai kota metropolitan, olahraganya juga harus maju. Karena olahraga salahsatu pilar pembangunan," tuturnya.Untuk memasuki bursa bakal calon, Lamhot memilih jalur independen. Ia telah didukung ormas dan LSM di Medan diantaranya Wira Muda Pembaruan Indonesia (WPISU), Lembaga Pembanginan dan Pemberdayaan Generasi Muda (LPPGM), Ikatan Pemuda Pelopor Bela Bangsa (IPPBB) Sumatera Utara dan Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LITPK) Sumut. "Kalau atlet-atlet otomatis mendukung karena kita memang berasal dari atlet," tegas Lamhot.Melalui pengajuan IANI, beberapa atlet sudah pernah menyalurkan bantuan dari pemerintah kepada mantan atlet berprestasi.Ade Sandrawati Purba yang terjun sebagai praktisi olahraga dan kerap bertemu dengan beberapa atlet mengakui apresiasi terhadap olahraga masih minim bila dibandingkan dengan daerah lain. "Medan sudah tertinggal jauh dalam hal sarana. Pimpinan organisasi olahraga sangat kesulitan karena harus menanggung beban biaya yang besar untuk membina olahraga," tegasnya.Gerald P Siahaan selaku praktisi manajemen menyambut baik keinginan Lamhor sebagai balon walikota independen. "Usianya masih muda, sesuai dengan kondisi politis dan dinamika yang berkembang saat ini. Dia mewakili generasi muda dan mewakili mantan atlet," jelas Gerald yang hadir bersama rekannya Gunawan Damanik dari pengusaha dan Ketua LITPK Sumut Iwan Setiawan. (BS-030)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Simpan Memo Gubernur, Mantan Petinju Sumut Benget Simorangkir Masih Menganggur

Berita

MK Tolak Gugatan Pilkada Medan

Berita

Tim Pemenangan BENAR: Pilkada Medan Lancar dan Jadi Kemenangan Bersama

Berita

Ketua KPU RI Turun ke Medan

Berita

Partisipasi Pemilih Terendah di Indonesia, REDI Tuntut Pilkada Medan Susulan

Berita

Eldin-Akhyar Menang Telak di Medan