Kecam Fachri Hamzah, Forum Pemuda dan Santri Madina Demo Kantor PKS

Redaksi - Selasa, 08 Juli 2014 16:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072014/beritasumut_Forum-Santri-Demo-PKS.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Seratusan orang dari Forum Pemuda dan Santri Madina mendatangi Kantor PKS Madina meminta Fachri Hamzah minta maaf kepada Joko Widodo dan seluruh santri se Indonesia atas dikeluarkannya kata ‘sinting’. (M Saima Putra)
Panyabungan, (beritasumut.com) – Seratusan orang yang tergabung dalam Forum Pemuda dan Santri Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendatangi Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Madina di Jalan William Iskandar, Desa Pidoli, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (5/7/2014) sore.Mereka meminta PKS Madina supaya mengusulkan pemberhentian Fachri Hamzah dari kader PKS karena telah menyulut emosi santri dan pondok psantren se Indonesia dengan dikeluarkannya kalimat "sinting".Para santri ini datang dengan menaiki beberapa unit sepeda motor dan satu unit truk. Setibanya di Kantor DPD PKS mereka tidak mendapati seorangpun pengurus PKS Madina dan pintu dalam kondisi terkunci. Meski tidak ada pengurus, para pemuda dan santri ini tetap menyampaikan aspirasi mereka dan pernyataan sikap di halaman kantor tersebut."Kita selaku masyarakat Madina yang terdiri dari pemuda dan santri, sangat menyesalkan pernyataan Fachri Hamzah, yang menyebutkan bapak Jokowi ‘sinting’ hanya disebabkan adanya kesepakatan dengan para santri dan pondok psantren mengusulkan 1 Muharram jadi Hari Santri Nasional. Kita menyayangkan karena PKS yang selama ini kita ketahui partai politik dimana kader dan pengurusnya beretika, sopan santun dalam bicara, tetapi Fachri Hamzah mengeluarkan pernyataan yang menghina para santri se Indonesia," seru Kordinator Aksi Abdul Jalil disambut teriakan dari santri "Pecat Fahcri Hamzah”.Disampaikan Jalil, kicauan Fachri Hamzah jelas-jelas menciderai demokrasi di NKRI dan bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Seharusnya pernyataan itu tidak terlontar dari seorang wakil rakyat karena akan melukai hati rakyat."Pernyataan atau kata yang dikeluarkan Fachri di twitter itu ibarat menantang perang kaum santri. Pernyataan Fahri ibarat tantangan perang terbuka kepada kiai, pesantren dan santri yang menyambut gembira komitmen Joko Widodo untuk menjadikan 1 Muharram sebagai Hari Santri. Perlu kami tegaskan, tidak ada satu pun pihak yang mengingkari peran dan perjuangan ulama, santri dan pondok pesantren sejak zaman merebut kemerdekan negara kita ini, mempertahankan kemerdekaan maupun mengisi pembangunan. Pernyataan Fachri Hamzah kami nilai melecehkan peranan dan eksistensi santri maupun pesantren di seluruh penjuru tanah air," kata Jalil bersama kordinator lain, Abdul Azis.Menurut pengunjukrasa, pencanangan Hari Santri Nasional itu merupakan permintaan dari Pondok Pesantren Babussalam yang disampaikan oleh Pimpinan Pontren KH Thoriq Darwis kepada Capres Joko Widodo saat Capres Nomor Urut 2 itu mengunjungi Pontren Babussalam belum lama ini."1 Muharram itu adalah hari sakral, sebab hari itu merupakan momentum hijrah, dan hijrah seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai simbolik perjalanan dari Makkah menuju Madinah, tapi juga dapat dimaknai sebagai revolusi mental dan sebagai substansi hijrah yang dikontekskan dengan keadaan Indonesia, yaitu hijrah dari pemerintahan yang korup menuju pemerintahan yang bersih. Kami sebagai bagian dari pemuda dan santri sungguh merasa terlecehkan, terhinakan dan dilukai karena adanya pernyataan Fachri Hamzah itu, karena kami bukan warga negara yang sinting, tapi kami bagian penting dari negeri ini dan punya peran nyata dalam membangun negeri dengan segenap tumpah darah kami. Karena itu, kami meminta agar Fachri Hamzah menarik ucapan tersebut dan harus meminta maaf kepada santri seluruh Indonesia," ungkap mereka.Tak ada satupun perwakilan PKS Madina yang menemui pengunjukrasa, akhirnya massa pemuda dan santri ini menyegel dinding dan tiang Sekretariat PKS Madina itu dengan kain yang bertuliskan tuntutan supaya Fachri Hamzah minta maaf."Kami hanya ingin supaya Fachri Hamzah meminta maaf kepada Bapak Joko Widodo dan santri di seluruh Indonesia, pencanangan 1 Muharram itu menjadi Hari Santri Nasional adalah hal yang wajar dilontarkan oleh seorang kyai di pondok pesantren, dan itu didukung disepakati oleh Jokowi, lalu Fachri bilang itu Sinting. Dia selaku orang parlemen dan wakil rakyat, malah menyakiti hati rakyat dan memancing emosi masyarakat Indonesia khususnya para santri dan pondok pesantren, ini yang tidak kami terima, apalagi Kabupaten Madina dikenal sebagai kota santri," sebut kordinator aksi lainnya Basit kepada wartawan.Di saat pengunjukrasa beranjak pulang meninggalkan Sekretariat PKS itu, tiba-tiba datang sejumlah Pengurus DPD PKS Madina membentak-bentak sebagian pengunjukrasa."Kenapa kalian disini, izin kalian bukan di sini tapi di Kantor DPD PKS, ini kantor lembaga dakwah kami," ucap pengurus PKS Madina yang dikenal bernama H Saripada. Namun saat itu massa sudah berjalan pulang hanya beberapa orang saja yang sempat ngobrol dengan pengurus PKS, bahkan sempat terjadi adu mulut. Namun karena aksi itu dikawal oleh puluhan petugas dari Polres Madina akhirnya pengunjukrasa pulang dengan tertib. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya

Berita

Bupati Langkat Temui Pendemo, Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan di Kecamatan Selesai

Berita

Kelurahan Berngam Raih Juara Umum MTQ Kecamatan Binjai

Berita

Wakil Walikota Pematangsiantar MTQ Tingkat Kecamatan Siantar Martoba, Kelurahan Sumber Jaya Juara Umum

Berita

Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Siantar Martoba

Berita

Walikota Pematangsiantar Berharap Musrenbang Siantar Utara Hasilkan Usulan Program Realistis dan Berkualitas