Tingkat Kebocoran PAD Dinas Perhubungan Medan Cukup Besar

Redaksi - Kamis, 03 Juli 2014 14:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072014/beritasumut_Pemko-Medan2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – DPRD Kota Medan menuding kinerja Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Medan Renward Parapat sangat lemah sehingga tingkat kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut cukup tinggi. Dewan meminta perlu dilakukan kajian serius di sektor retribusi parkir dan terminal.Hal tersebut terungkap saat Anggota DPRD Medan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Kota Medan Tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD TA 2013 Pemko Medan melakukan rapat pembahasan dengan sejumlah SKPD diantaranya Kadishub Kota Medan Renward Parapat di Ruang Banggar Kantor DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Rabu (2/7/2014).Menurut Ketua Pansus Ahmad Parlindungan Batubara, penetapan retribusi parkir Rp12 miliar pada Tahun 2013 tidak efektif dan terlalu kecil. Padahal, potensi PAD dari retribusi parkir sangatlah besar. Untuk itu Ahmad Parlindungan meminta supaya dilakukan kajian ulang karena disinyalir kebocoran PAD dari retribusi parkir sangat besar.Bukan itu saja kata Parlindungan, kebocoran juga terjadi di sektor retribusi terminal. Sebab, hingga saat ini terminal liar masih menjamur di Kota Medan dan banyak bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tidak masuk terminal. Fakta tersebut bukan saja mengurangi PAD namun juga menimbulkan kemacetan lalu  lintas.Sama halnya dengan yang disampaikan anggota pansus Bahrumsyah, yang menung kinerja Renward Parapat sangat lemah dan tidak punya ketegasan menertibkan terminal liar hingga saat ini semakin menjamur. Akhirnya terminal resmi seperti Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris menjadi sepi, sementara terminal liar tambah ramai. “Berapa banyak kebocoran retribusi dari sektor ini saja. Ini kesan ada pembiaran,” terang Bahrumsyah.Sementara itu anggota pansus lainnya Muslim Maksum mengatakan, target PAD dari sektor parkir sebanyak Rp12 M terlalu minim. Jika diperkirakan dengan jumlah titik parkir di Medan mencapai 607 titik serta jumlah kendaraan sekitar 3 juta unit, maka kutipan parkir dipastikan cukup lumayan dan capaian target bisa berlipat. Untuk itu Muslim mendesak agar target dan pengawasan ditingkatkan.Anggota pansus lainnya, Juliandi Siregar menuding Kadis Perhubungan tidak mampu mengatasi masalah lalu lintas di Medan. Dari dulu hingga sekarang semua program Dishub jalan di tempat, seperti terminal liar, loket taksi gelap, parkir tetap menjadi masalah serius di kota Medan.Pada kesempatan itu, Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat mengaku jika kondisi Terminal Amplas dan Pinang Baris minim dimasuki bus AKAP dan AKDP maupun angkutan kota. Hal tersebut diakuinya karena situasi terminal yang tidak nyaman. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

DPRD Medan Sinyalir Kebocoran PAD di Dinas TRTB Mencapai Miliaran