BNPB Siapkan Rp355 Miliar Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Redaksi - Senin, 23 Juni 2014 18:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062014/beritasumut_Sutopo3.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Dok)
Medan, (beritasumut.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi El Nino Tahun 2014/2015 bersifat Moderate. Adanya indikator suhu muka laut di Pasifik menunjukkan fenomena yang sama dengan kejadian El Nino Tahun 1997. Dampak yang ditimbulkan untuk wilayah Indonesia adalah kemarau panjang dan kering. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalai BlackBerry Messenger (BBM), Senin (23/6/2014).Belajar dari sebelumnya, dampak El Nino Tahun 1997 di Indonesia sangat besar. Terjadi  kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang luas, krisis pangan, dan krisis energi serta makin memicu krisis ekonomi dan politik. Daerah hutan dan lahan gambut yang terbakar saat itu 2,12 juta ha dengan emisi karbon 0,81-2,57 PgC (kali 10 pangkat 15 gram carbon) atau setara 13-40 persen emisi kebakaran hutan dunia. Dampak yang luar biasa menyumbangkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Untuk mengantisipasi karhutla, imbuh Sutopo, BNPB bersama kementerian/lembaga dan BPBD telah melakukan antisipasinya, khususnya di sembilan provinsi yaitu Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Bupati, Walikota dan Gubernur tetap sebagai penanggung jawab. Kepala BNPB Syamsul Maarif terus memimpin koordinasi potensi nasional untuk pendampingan kepada pemda. BNPB menyiapkan dana siap pakai Rp355 miliar antisipasi karhutla tersebut. Saat ini 3 helikopter yaitu Bolco, Kamov dan Sikorsky telah ditempatkan di Riau untuk pemadaman api dan asap. Modifikasi cuaca dengan pesawat Casa dan Hercules juga masih beroperasi. Sedang helicopter MI-8 telah ditempatkan di Palembang dan Palangkaraya. Sebanyak 2.500 personel TNI dan Polri siap dimobilisasi jika diperlukan. Beberapa SOP dan peraturan telah disusun oleh kementerian/lembaga sebagai dasar pelaksanaan. Masih menurut Sutopo, pada Senin (23/6/2014) hotspot di Riau terdeteksi 236 titik yaitu di Bengkalis 46, Kampar 17, Kuansi 10, Dumai 29, Pelalawan 19, Rokan Hilir 97, Rokan Hulu 11, dan Siak 7. Antipasi dan pemadaman api harus terus dilakukan secara total jika tidak ingin bencana Tahun 1997 terulang kembali. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Perlu Waspada, Sumut Merupakan Provinsi Kelima Terbanyak Bencana

Berita

Siaga Hadapi Karhutla, Musim Mas Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan

Berita

Dukung Percepatan Penanganan Bencana, Pemerintah Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan Tahap Dua ke Turki

Berita

Dorong Transformasi BNPB, Presiden Jokowi Tekankan Lima Hal

Berita

BNPB dan Utusan Khusus PBB Tinjau Sekolah Aman Bencana SDN 13 Klender Jakarta

Berita

Penanggulangan Erupsi Semeru, Dansatgas Fokus Pembangunan Insfrastruktur dan Pemukiman