Medan, (beritasumut.com) – Anggota DPRD Kota Medan Muslim Maksum Yusuf menilai Pemko Medan saat ini belum memiliki konsep nyata dalam mengatasi masalah sampah di KotaMedan. Hal ini dibuktikan dengan masihnya banyaknya keluhan masyarakat Medan terkait sampah.“Konsep bank sampah yang pernah dimunculkan sampai saat ini tidak memberikan dampak positif atau manfaat bagi masyarakat. Konsep itu hanya terkesan hanya pencitraan atau mengikuti tren semata,” ujar Muslim di Gedung DPRD Kota Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Jumat (6/6/2014). Hal ini karena tidak jelasnya kegiatan bank sampah tersebut. Apa saja dilakukan, sejauh mana perkembangannya, apa manfaat didapatkan. Semuanya tanpa ada laporan disampaikan.“Bank sampah itu cakap-cakap saja. Tidak ada hasilnya. Awalnya saja dibesarkan. Sekarang ini hasilnya tidak terlihat. Sampah milik masyarakat tetap menumpuk dan berserakan. Akibatnya Medan tidak bersih. Lambat laun, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak mampu menampung sampah milik masyarakat,” ungkapnya.Dia menambahkan, konsep nyata yang diinginkan adalah, adanya pengelolaan sampah dilakukan agar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Menjadi sumber energi atau menjadi sesuatu bisa digunakan. Bukan dibiarkan bertumpuk atau berserak. Dalam kesempatan itu, Muslim juga mempertanyakan status Kadis Kebersihan Kota Medan Pardamean Siregar. Apakah cuti atau dicutikan. Sebab, terlalu aneh rasanya di tengah banyaknya persoalan dihadapi, termasuk persoalan hukum terkait pengadaan minyak, seorang kepala dinas mengambil cuti panjang sampai 3 bulan. Seharusnya Pardamean menyelesaikan masalah itu terlebih dahulu baru mengambil cuti.“Ini kami pertanyakan, dia (Pardamean) cuti apa dicutikan. Ini harus dijelaskan,” pungkasnya. (BS-001)