Wagub Sumut Minta PLTU Pangkalan Susu Suplai Listrik Ramadhan

Redaksi - Kamis, 05 Juni 2014 22:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062014/beritasumut_Erry-PLTU-Pangkalan-Susu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Wagub Sumut Erry Nuradi didampingi Manajer UPK PT PLN Sumatera 2 Unit Induk Pembangunan I Hamansyah Purba meninjau PLTU Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Kamis (5/6/2014). (Ist)
Langkat, (beritasumut.com) – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu dijadwalkan akan beroperasi pada Desember 2014 mendatang. Meski demikian, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Erry Nuradi meminta PT PLN dan PT Indonesia Power sebagai aset operator, dapat menyuplai kebutuhan listrik masyarakat pada bulan suci Ramadhan yang telah diambang pintu.Harapan tersebut disampaikan Wagub Erry Nuradi saat meninjau kesiapan PLTU Pangkalan Susu di Desa Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Kamis (5/6/2014).Dalam peninjauan, turut Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam dan Keuangan Setdaprov Sumut Riadil Akhir Lubis dan Sekdakab Langkat Indra Salahuddin. Sementara pihak PLN dihadiri Manajer PLN UPK KITSUM 2 PLTU Pangkalan Susu Hamansyah Purba dan General Manager PT Indonesia Power PLTU UBOH Pangkalan Susu Fardin Hasibuan.Dalam kesempatan tersebut, Erry menyatakan, kebutuhan listrik Sumut pada beban puncak mencapai 1.800 megawatt. Sementara suplai listrik yang tesedia saat ini hanya 1.500 megawatt. Artinya, Sumut masih mengalami defisit mencapai 300 megawatt.Erry mengatakan, PLTU Pangkalan Susu menjadi harapan masyarakat sebagai salah satu solusi krisis listrik di Sumut. Apalagi bulan suci Ramadhan dan Lebaran tidak berapa lama lagi. Masyarakat sangat berharap dapat melaksanakan ibadah puasa dan tarawih dengan khusuk, tanpa terganggu dengan masalah pemadaman listrik secara bergilir karena alasan kekurangan daya.“Jika PLTU Pangkalan Susu telah beroperasi, maka defisit listrik di Sumut secara berangsur dapat ditanggulangi. Masyarakat, terutama umat Islam akan melaksanakan ibadah Ramadhan. Selanjutnya akan masuk Lebaran,” beber Erry.Lebih lanjut Erry mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Sumut akan terkendala jika persoalan krisis listrik tidak ditanggulangi segera, karena akan berdampak pada sektor lainnya, termasuk mempengaruhi minat investor menanamkan investasinya di Sumut.Krisis listrik juga dikhawatirkan akan menghambat perkembangan sejumlah kawasan industri strategis di Sumut, diantaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Sejumlah investor raksasa telah melirik kasawan tersebut. Namun masih menahan diri karena suplai listrik di Sumut masih menjadi kendala.“Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei akan terganggu jika listrik masih menjadi persoalan di Sumut. Masalah listrik harus segera diselesaikan,” harap Erry.Sementara Manajer PLN UPK KITSUM 2 PLTU Pangkalan Susu Hamansyah Purba mengatakan, pembangunan PLTU Pangkalan Susu telah selesai mencapai 97 persen. Pembakaran batubara perdana dilakukan pada Kamis (5/6/2014).“Alhamdulillah, dalam waktu dekat PLTU Pangkalan Susu sudah dapat beroperasi. Namun didahului proses ujicoba dan singkronisasi,” ujar Hamansyah.Secara rinci Hamansyah menjelaskan, pada Juni ini proses yang dilakukan masih dalam tahap first firing dan steam blow pada Juli. Sedangkan tahap initial steam admission dan syichronizing pada Agustus medatang dan realibility run pada September. Kemudian ferformance test pada oktober dan COT/COT pada Desember 2014 mendatang.“Sesuai harapan Pak Wagub, PLTU Pangkalan Susu akan berupaya menyuplai listrik kepada masyarakat pada September sekitar 50 sampai 100 megawatt. Pada bulan Ramadhan belum dapat menyuplai listrik karena masih dalam tahap ujicoba dan singkronisasi,” jelas Hamansyah.Untuk sementara, tidak ada kendala berarti yang dihadapi menjelang pengoperasian PLTU Pangkalan Susu. Tahap awal, PLTU Pangkalan Susus akan mampu menyuplai listrik 200 megawatt. Sedang pahap selanjutnya, PLTU Pangkalan Susu dapat menyuplai 400 megawatt.“Kendala hanya soal pembebasan lahan seluas 10 hektar yang belum tuntas dengan salah seorang masyarakat. Namun masalah lahan tersebut tidak menimbulkan kendala pengoperasiaan PLTU Pangkalan Susu,” pungkas Hamansyah. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Unimed Siap Ukir Prestasi di Ajang IMT-GT 2016 di Thailand

Berita

Pimpinan SKPD Tandatangani Perjanjian Kinerja

Berita

Unimed Berangkatkan Mahasiswa Lakukan Kukerta di Sumut dan Riau

Berita

Pj Walikota: Pengurus KONI Harus Segera Dilantik Agar Bisa Bekerja

Berita

Pj Walikota Siantar : GAMKI Harus Turut Lestarikan Budaya dan Kesenian Daerah

Berita

Lansia, Guru Teladan Bagi Orang-orang Muda