Hari Kedua Bertahan di Kantor Bupati Madina, Pelamar CPNS Bentrok Dengan Satpol PP, 2 Pingsan

Redaksi - Selasa, 03 Juni 2014 20:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062014/beritasumut_Pelamar-CPNS-Pingsan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Pelamar CPNS pingsan akibat bentrok dengan Satpol PP Madina, Selasa (3/6/2014). (M Saima Putra)
Panyabungan, (beritasumut.com) – Hari kedua berada di Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), pelamar CPNS Formasi Tahun 2013 yang menuntut agar hasil seleksi CPNS 2013 segera diumumkan terlibat bentrok dengan petugas Satpol PP, Selasa (3/6/2014). Akibat bentrokan tersebut, dua pelamar CPNS jatuh pingsan.“Sebelum peserta yang lulus ujian CPNS Formasi Tahun 2013 diumumkan oleh Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, kami tidak akan angkat kaki dari perkantoran ini,” tegas Parlindungan, salah seorang pelamar yang ikut bertahan di Kantor Bupati MadinaDikatakanya, mereka akan tetap melakukan aksi setiap hari bila Plt Bupati Madina tidak mengumumkan peserta yang lulus seleksi CPNS 2013. Mereka akan bertahan di perkemahan yang mereka buat di depan Kantor Bupati Madina.“Sedikitpun kami tidak akan mundur dari komplek perkantoran ini sampai tuntutan kami dipenuhi. Walaupun kami bentrok dengan Satpol PP, kami tidak takut, karena yang kami tuntut adalah hak kami yang telah mengikuti seleksi CPNS Formasi Tahun 2013 lalu,” sebutnya.Ditambahkannya, sudah enam bulan lamanya mereka terkatung-katung menunggu pengumuman hasil seleksi CPNS Madina formasi guru dan kesehatan. Mereka yang tergabung dalam Forum Pelamar CPNS Tahun 2013 siap menunggu enam bulan kemudian sampai tuntutan mereka dipenuhi Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution.“Kan aneh, Pemerintah Kabupaten Madina membuka penerimaan CPNS Tahun 2013 namun tidak berani mengumumkannya. Ada apa ini? Sementara kabupaten/kota lainnya di Indonesia telah mengumumkan hasil tes CPNS. Mengapa Pemerintah Kabupaten Madina tidak mau mengumumkan,” tanyanya.Dijelaskan, dua pelamar CPNS pingsan saat melakukan aksi damai memasuki Aula Kantor Bupati Madina yang ingin mamastikan apakah Plt Bupati Madina masuk kantor atau tidak. Namun sikap pelamar CPNS dihalangi petugas Satpol PP sehingga dua pelamar CPNS jatuh pingsan.“Kedua rekan kami pingsan akibat tidak dapat lagi menahan amarahnya yang sudah enam bulan menunggu. Kami sangat bermohon kepada Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution segera mengumumkan nasib kami yang saat ini masih terkatung-katung. Jangan biarkan kami mengemis akibat tidak diumumkannya hasil seleksi CPNS Tahun 2013 lalu,” imbuhnya.Sebelumnya, pelamar CPNS juga dilarang oleh Satpol PP untuk tidak tidur di halaman Kantor Bupati Madina. Satpol PP meminta mereka untuk pindah ke rumah dinas bupati. Tapi pelamar CPNS memilih bertahan di depan kantor bupati. Pelamar CPNS juga diajak untuk tinggal di gudang tapi mereka menolak dan memilih tetap bertahan di halaman kantor bupati sampai tuntutan mereka dipenuhi.Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan dr Bidasari tampak mengunjungi pelamar CPNS di halaman Kantor Bupati Madina untuk memastikan kesehatan pelamar CPNS.Bidasari saat dijumpai wartawan di lokasi mengatakan kedatangannya ke lokasi setelah mendengar kabar dari Satpol PP bahwa ada dua orang pelamar CPNS yang jatuh pingsan.“Mendengar kabar tersebut, saya sebagai tenaga medis langsung datang kemari untuk mengecek kesehatan mereka. Biar bagaimana pun, sebagai manusia kita harus menolong mereka,” ungkapnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Saksi Pelapor Sakit Tak Bisa Bicara, Bupati Madina untuk Sementara Aman

Berita

Fraksi PKS Berikan Catatan Terhadap Pertanggungjawaban APBN Tahun Anggaran 2015

Berita

Sempat Mangkir, Bupati Madina Akhirnya Diperiksa Poldasu Terkait Kasus Penipuan

Berita

Inilah Modus Penipuan Bupati Madina Versi Kuasa Hukum Tahjudin Pardosi

Berita

Lakukan penipuan Rp 600 juta, Bupati Madina Mangkir Dipanggil Poldasu

Berita

Hidayat: Permasalahan Umat Islam Harus Dikaji dengan Ilmu