Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Erry Nuradi mengingatkan petani dan nelayan untuk tidak menjadi penonton dalam menghadapi ASEAN Economy Community (AEC) yang akan diberlakukan Tahun 2015 mendatang. Petani dan nelayan harus membekali diri dengan berbagai keahlian agar dapat menghasilkan pertanian dan hasil tangkapan laut yang nantinya mampu bersaing dengan komoditas negara anggota AEC.Harapan itu disampaikan Wagub Erry saat Pembekalan dan Pelepasan Kontingen Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XIV Tahun 2014 di Aula Martabe, Kantor Guburnur, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (30/5/2014).Hadir dalam acara pelepasan, Ketua Penyuluh Provinsi Sumut Darma Bakti, Ketua KTNA Tati Habib Nasution, Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakoorluh) P2K Provinsi Sumut Bonar Sirait, Ketua STPP Widi Harjono, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumut Catur Hermanto dan sejumlah pejabat lainnya.Jika tidak memiliki keahlian, sebut Erry, hasil pertanian petani dan hasil tangkapan laut para nelayan lokal, tidak diminati dan akan kalah bersaing dengan hasil import dari negara anggota AEC. Mutu dan kualitas hasil dalam negeri yang rendah, akan mengancam kelangsungan hidup petani dan nelayan tradisional.“Untuk itu, petani harus melakukan terobosan, baik di dalam pemilihan bibit, perawatan hingga manajemen pasca panen agar hasil pertanian yang dipasarkan dapat memenuhi standar yang dibutuhkan masyarakat pembeli. Begitu juga dengan nelayan, harus memiliki alat tangkap yang baik, pengolahan hasil tangkapan hingga pengawetan hingga menjamin kualitas ikan tetap segar,” ujar Erry.Erry menjelaskan, AEC memberikan kebebasan kepada negara ASEAN melakukan perdagangan bebas sesama anggotanya. Dengan begitu, kualitas menjadi factor penentu untuk memenangkan persaingan pasar.“Hasil pertanian dari sejumlah negara anggota AEC akan membanjiri pasar buah lokal. Ini akan mengancam hasil buah para petani yang tidak memiliki kualitas. Tetapi jika buah lokal mampu melebihi standar, tentu masyarakat pembeli akan memilih buah lokal,” jelas Erry.Lebih lanjut Erry mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, pemerintah kabupaten (Pemkab) dan pemerintah kota (Pemko) di tiap daerah akan bersinergi dengan petani dan nelayan dalam memberikan penyuluhan dan pembekalan keahlian kepada petani dan nelayan melalui dinas terkait.“Seluruh instansi terkait saya harapkan membantu membekali para petani dan nelayan berbagai keahlian agar mampu mengasilkan produk berkualitas. Produk lokal harus menjadi tuan di negeri sendiri,” ujar Erry.Melalui Pekan Nasional Petani Nelayan XIV, Erry juga berharap petani dan nelayan Sumut dapat memperkuat manajemen agribisnis. Penas adalah wadah kegiatan belajar mengajar, saling berbagi informasi dan pengalaman antarsesama peserta.“Tidak hanya itu, jadikan Penas menjadi wadah pengembangan kemitraan dan membangun jaringan kerjasama antara para petani, nelayan dan para peneliti yang ahli dibidang masing-masing, termasuk dengan tenaga penyuluh, pihak swasta dan pemerintah. Nantinya, kemitraan tersebut akan menumbuhkan semangat dan tanggungjawab bagi petani dan nelayan,” jelas Erry.Sementara Kepala Bakoorluh P2K Sumut Bonar Sirait mengatakan, jumlah peserta yang mewakili kontingen Sumut sebanyak 1.286 orang dari 31 kabupaten/kota di Sumut. Sebanyak 624 orang diantaranya perwakilan petani dan nelayan, pendamping 285 orang, peserta peninjau 177 orang dan peserta cadangan 200 orang.Penas akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 7-12 Juni 2014 mendatang dengan agenda kegiatan KTNA, temu karya, peragaan, unjuk tangkas, agroforestry serta olahraga dan keakraban. Tujuan pelaksanaan Penas adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian kontak tani nelayan.“Kemudian meningkatkan hubungan kemitraan usaha, pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi, peningkatan kemampuan dalam bidang pemasaran, meningkatkan jiwa wirausaha petani dan nelayan serta meningkatkan apreasiasi peserta," ucap Sirait. (BS-001)