Medan, (beritasumut.com) – Ratusan perawat dan pegawai tata usaha RSUD Pirngadi Medan mogok kerja, Senin (19/5/2014) karena uang insentif tidak dibayarkan selama empat tahun. Akibatnya, pasien di rumah sakit milik Pemko Medan ini terlantar.Para perawat dan tenaga tata usaha menuding direktur rumah sakit berlaku diskriminatif karena tidak membayarkan uang insentif, uang kesehatan dan pakaian dinas selama empat tahun. "Kami mogok untuk menuntut agar uang insentif dengan nominal Rp1,5 juta per bulan itu segera dibayarkan. Kami akan terus mogok sampai pemerintah kota dan direktur rumah sakit menjawab tuntutan kami," kata Samuel Simanjuntak, seorang perawat.Aksi perawat berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer ini melumpuhkan hampir seluruh bagian pelayanan. Merka berkumpul di gedung poliklinik, sehingga pelayanan di sana terpaksa terhenti.Meski pelayanan di poliklinik sempat diambil alih langsung para dokter, namun upaya itu tidak maksimal. Banyak masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan.Hingaa siang hari, aksi para perawat belum juga mendapatkan tanggapan dari menajemen rumah sakit. "Kalau tidak juga ditanggapi, kami akan mogok total besok," ancam Samuel. (BS-001)