Medan, (beritasumut.com) – Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan empat pilar kebangsaan yang menjadi penyangga keutuhan Bangsa Indonesia. Keempat pilar ini lahir melalui empat pristiwa bersejarah yakni Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, penetepan Pancasila pada 1 Juni 1945, Proklamasi pada 17 Agustus 1945 dan pengesahan UUD 1945. Atas empat pristiwa tersebut lahirlah NKRI yang menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar.Hal ini dikatakan Plt Walikota Medan diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Ramlan Tarigan pada acara sosialisasi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI kepada para guru SD, SMP, SMA/SMK sederajat se Kota Medan di Aula Sekolah Nan Yang Zhi Hui School, Jalan Abdullah Lubis, Medan, Rabu (14/5/2014).Dikatakannya, sebagai bangsa yang besar bukanlah merupakan hal yang mudah untuk mempertahankan keempat pilar kebangsaan tersebut, mengingat negara ini terdiri atas berbagai macam ras, suku, adat sitiadat, agama dan budaya. Untuk itu sebagai warga negara harus memaknai keempat pilar kebangsaan tersebut dengan menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga dapat menempatkan diri secara proporsional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khsusunya di Kota Medan.Menurutnya, menghadapi era globalisasi tidak dapat dipungkiri bahwa di kemudian hari akan ada oknum atau gerakan yang mencoba untuk mematahkan keempat pilar kebangsaan tersebut. Inilah yang harus diantisipasi bersama, maka ada empat pedekatan yang harus dilakukan agar keempat pilar kebangsaan tersebut tetap utuh, yakni pendekatan kultural dengan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal, pendekatan edukatif, pendekatan hukum dan pendekatan struktural.“ Kepada para peserta yang terdiri dari guru-guru agar nantinya dapat menerapkan keempat pendekatan tersebut di tengah-tengah lingkungan mengajar, kepada para generasi muda agar tidak terjebak dalam gerakan separatisme, tetap menjaga keutuhan tanah air, memelihara persatuan dan kesatuan,” harap Plt Walikota.Sementara Ketua Kelompok VII Tim Kerja MPR RI Ibrahim Sakti Batubara mengatakan, acara sosialisasi empat pilar kebangsaan ini merupakan program kerja sama anatar MPR RI dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Medan. Kegiatan ini dinilai positif dalam rangka meningkatkan pengetahuan kebangsaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Dikatakannya, belajar dari negara besar yang sekarang punah cerai berai menjadi kuburan sejarah, dan melihat keberagaman Bangsa Indonesia yang bermacam suku, rasa, budaya, agama tentunya berpotensi terjadi perang antar suku, ditambah lagi era globalisasi yang mengantarkan kita menjadikan dunia semakin tak terbatas. Untuk menangkalnya ini Indonesia punya warisan yakni empat pilar kebangsaan yang menjadi penyangga keutuhan bangsa.Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini dengan narasumber Anggota MPR RI Ibrahim Sakti Batubara, Didi Irawadi S, Meutya Hafid dan Rofiq Munawar. (BS-001)