Medan, (beritasumut.com) – Puluhan orang berunjukrasa di Kantor DPD Partai Gerindra Sumatera Utara (Sumut), Jalan Pattimura, Medan, Senin (28/4/2014).
Massa menuding calon anggota legislatif (Caleg) yang mereka perjuangkan ingkar janji. Uang yang dijanjikan untuk setiap suara sah tidak kunjung dibayarkan.
Para pendemo mengaku merupakan bagian dari Tim Pemenangan Ajie Center yang merupakan Tim Sukses Ajie Karim, Caleg Partai Gerindra untuk DPRD Sumut Daerah Pemilihan (Dapil) XII Langkat dan Binjai.
Berdasarkan penghitungan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumut, Ajie Karim hampir dipastikan mendapatkan kursi di DPRD Sumut. Namun, puluhan orang yang mengaku bagian dari tim pemenangannya meminta agar Ajie Karim dicoret dari Gerindra.
"Kami meminta agar Ajie Karim dicoret dari partai. Dia memberi citra buruk bagi partai," kata Zulfahri Yakob, Koordinator Pemenangan Ajie Karim Kecamatan Sei Lepan, Langkat.
Zulfahri memaparkan, dia dan rekan-rekannya telah dibaiat untuk memenangkan Ajie Karim. Mereka dijanjikan setiap suara sah akan dibayar Rp30.000.
"Semula setiap kecamatan ditargetkan mendapat 2.500 suara, kemudian turun lagi menjadi 1.600 suara, lalu turun lagi 1.300 suara. Di kecamatan saya tercapai 1.255 suara. Itu usaha saya," kata Zulfahri.
Namun, Rp30.000 yang dijanjikan tak kunjung cair. Zulfahri mengaku harus menutupi janji ke masyarakat dengan menjual harta bendanya.
"Saya terpaksa jual boat saya seharga Rp19 juta. Saya bayar seadanya. Memang, ini money politic," imbuh Zulfahri.
Hal senada disampaikan Indra, Koordinator Tim Pemenangan Ajie Centre Kecamatan Gebang. Dia juga mengaku telah tertipu.
"Kami sudah membuat pernyataan sikap bersama. Pernyataan ini ditandatangani semua Koordinator Pemenangan Ajie Karim di Kabupaten Langkat dan Binjai," ucapnya.
Pengunjukrasa sempat ditemui Indra Sakti Lubis, Pengurus DPD Partai Gerindra Sumut. Dia menerima surat pernyataan yang dibuat Koordinator Pemenangan Ajie Karim dan sejumlah barang bukti.
"Kami menerima aspirasi ini. Tapi kami meminta kita menjaga nama baik Gerindra dan Bapak Prabowo. Karena Ketua berada di luar, mohon kesabarannya. Persoalan ini akan kami bahas dan kami informasikan ke Korwil Langkat Binjai," ucap Indra kepada pengunjukrasa.
Setelah pertemuan itu, massa masih melakukan aksi unjukrasa dan membakar poster Ajie Karim di depan Kantor DPD Partai Gerindra Sumut. Tak lama berselang mereka membubarkan diri. (BS-001)