Padangsidimpuan, (beritasumut.com) – Disinyalir akibat tidak dapat melakukan serangan fajar agar warga memilih salah satu Caleg DPRD Dapil Padangsidimpuan II, oknum Hansip PTPN IV bermarga Tampubolon diduga menjadi dalang penyerangan terhadap Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Desa Labuhan Rasoki, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut). PPL Labuhan Rasoki Charles Ritonga yang menjadi korban penyerangan warga kepada wartawan di Desa Labuhan Rasoki, Selasa (8/4/2014) malam mengungkapkan kejadian bermula dari pelaksanaan tugas yang dilakukan sebagai PPL melakukan pengawasan terhadap politik uang yang kerap dilakukan caleg melalui tim suksesnya pada malam menjelang hari H yang lajim disebut “serangan fajar “. “Sesuai tugas yang dibebankan sesuai ketentuan, saya melakukan pengawasan pada malam menjelang hari H khususnya perbuatan pidana pemilu berupa pemberian uang kepada pemilih untuk memilih salah satu caleg tertentu yang kerap dilakukan caleg ataupun melalui tim suksesnya. Mungkin karena pengawasan itu, diperkirakan menimbulkan kegerahan bagi oknum bermarga Tampubolon yang diduga memprovokasi warga untuk melakukan penyerangan kepada PPL yang sedang bertugas,” tutur Charles. Dikatakannya, penyerangan bermula ketika ia melakukan pengawasan di sekitar Gereja HKBP Labuhan Rasok sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak berapa lama ditempat itu kemudian beranjak ke jalan raya dan duduk di depan rumah yang berkebetulan pemiliknya masih keluarganya. Jelang beberapa waktu ditempat itu, seorang remaja tanggung mendatangi PPL dan dengan nada kasar serta muka sangar menanyakan jati diri PPL dan untuk apa berada ditempat itu dan akibatnya terjadi perang mulut antara PPL dengan pemuda yang belakangan diketahui bernama Erik itu. Belum usai perang mulut, dengan tiba tiba oknum bermarga Tampubolon yang diketahui merupakan Hansip PTPN IV dengan kendaraannya menghempang kendaraan PPL dan dengan suara keras mengatakan, “Apanya margamu, kalian kira aku TS, ikutilah sekarang aku mau membagi-bagi (serangan fajar),” ujar Charles menirukan ucapan oknum bermarga Tampubolon itu. Perkataan oknum tersebut menimbulkan perang mulut dan diduga sudah dikondisikan dengan serta merta puluhan warga mengerumuni PPL dan melontarkan kata-kata mengancam seperti akan melakukan pemukulan dan bahkan pembunuhan. Karena tidak mau larut dengan kemarahan warga, PPL dan rekannya mengalah meninggalkan lokasi kejadian membiarkan warga sekalipun melakukan politik uang untuk memilih caleg tertentu. “Secara hirarki penugasan, peristiwa itu telah kita sampaikan kepada Panwaslu Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara dan pihak kepolisian,” ujar Charles. Ketua Panwaslu Kecamatan Padangsidimpuan Ikhwan Nasution ketika dikonfirmasi wartawan via handphone membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Kejadian itu sangat kita sesalkan dan saat ini sedang kita tangani dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya. (BS-029)