PPI Tuding Kedatangan SBY ke Sumut Sarat Kepentingan Partai

Redaksi - Kamis, 27 Maret 2014 17:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir032014/beritasumut_PPI-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ketua Umum PPI Sumut Muazzul didampingi Sekretaris Umum M Sahbana. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam rangka meresmikan Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) dinilai sarat dengan pemanfaatan jabatannya sebagai Presiden untuk kepentingan Partai Demokrat."PPI melihat kunjungan SBY selaku Presiden ini sarat dengan kepentingan Partai Demokrat," ujar Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sumut Muazzul didampingi Sekretaris Umum M Sahbana dalam konferensi pers di Kampus Universitas Medan Area (UMA), Jalan Setia Budi, Medan, Kamis (27/3/2014) siang.Dikatakannya, pemanfaatan jabatan SBY demi kepentingan partai dapat dilihat dari waktu yang berdempetan antara persemian bandara dengan kampanye Partai Demokrat."Peresmian Bandara Kualanamu hanya berbeda satu hari dengan kampanye Partai Demokrat pada Jumat (28/3/2014). Ini merupakan waktu yang diset sedemikian rupa oleh partai itu.  Kalau hanya demi efisiensi didempetkankan satu hari, PPI tidak bisa menerima itu," katanya.Dijelaskannya, kedatangan awal SBY untuk meresmikan Bandara Kualanamu dan menghadiri kampanye parpolnya di Lapangan Merdeka, Medan, juga menggunakan fasilitas negara yaitu pesawat terbang presiden. Penggunaan fasilitas negara itu menurutnya harus dibuka secara transparan."Nah pulangnya juga bagaimana? Apakah menggunakan fasilitas negara atau fasilitas pribadi? Makanya perlu transparan, karena ini menyangkut kepala negara. Menurut kami ini adalah pelanggaran yang serius," ujarnya. Diutarakannya, peresmian Bandara Kualanamu hanya dijadikan alasan untuk bisa memanfaatkan fasilitas negara. Apalagi, bandara pengganti Polonia itu belum rampung 100 persen secara fisik. "Ditambah infrastrukturnya, baik jalan dan semua yang belum memenuhi syarat, makanya banyak masyarakat mensinyalir peresmian ini dipaksakan menjelang penghujung masa pemerintahan SBY," katanya.Diketahui, SBY melakukan kunjungan kerja ke Sumut untuk meresmikan Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (27/3/2014). Keesokan harinya, Jumat (28/3/2014) SBY akan menghadiri kampanye akbar Partai Demokrat di Lapangan Merdeka, Medan. (BS-031)


Tag:
PPI

Berita Terkait

Berita

Dari Aceh hingga Papua, Presiden Prabowo Minta SPPI Jaga Kualitas Program MBG

Berita

Hadiri Capping Day Akbid Langkat, Pj Bupati Faisal Hasrimy: Layani Masyarakat dengan Senyuman

Berita

Walikota Medan Apresiasi Konser Paduan Suara The Philippine Madrigal Singers

Berita

Charles Sitorus Bungkam Usai Diperiksa Kejagung di Kasus Impor Gula

Berita

24 Personel TNI Terima Penghargaan dari Philippine Air Force

Berita

Pendidikan Inklusif di Indonesia, Psikolog: Masih Banyak Sekolah Belum Siap